Ustad Yusuf Mansur Disomasi Lima Pembeli Kondotel ‘Bodong’ di Jalan Magelang

SLEMAN, KRJOGJA.com – Melalui pengacaranya, empat orang asal Surabaya dan satu dari Malang mensomasi Ustad Yusuf Mansur. Kelima pembeli ini merasa ditipu atas tawaran 'Condotel Moya Vidi' yang akan dibangun di kawasan Jalan Magelang km 9 Mlati Sleman. 

Koordinator korban Yusuf Mansur, Sudarso Arief kepada wartawan Selasa (14/1/2020) mengatakan kelima warga ini menunjuk pengacara Asfa Davy Bya dan Christian Haris Wicaksono sebagai kuasa hukumnya. Kedua pengacara tersebut menurut dia berkedudukan di Jakarya dan resmi sudah melayangkan somasi pada Senin (13/1/2020) kemarin. 

“Somasi terkait dugaan tindak penipuan. Somasi atas kuasa dari Fajar Haidar Rafly, Sumiyati, Sri Hartati, Isnarijah Purnami dan Sri Wahyuni yang mengalami kerugian sebesar Rp2,5 juta,” ungkapnya. 

Kejadian dugaan investasi bodong sendiri menurut pengacara Asfa Davy Bya berawal pada 2013, saat kelima korban tertarik dengan tawaran investasi yang disampaikan disela-sela pengajian Ustad Yusuf Mansur. Saat itu Yusuf Mansur menawarkan kamar-kamar di kondotel yang rencananya akan dibangun di DIY.

“Usai menyerahkan uang muka senilai Rp2,5 juta, namun sampai waktu yang dijanjikan, bahkan hingga akhir tahun lalu tidak terealisasi. Para klien menyetor uang lewat rekening Bank atas nama CV. Bintang Promosindo yang kemudian dana mana ditransfer oleh CV Bintang Promosindo ke rekening PT. Grha Suryamas Vinandito, selaku pihak yang akan membangun dan mengelola kondotel bernama Moya Vidi Condotel,” ungkapnya lagi. 

Kekecewaan klien menurut dia semakin bertambah, kala mengetahui Yusuf Mansyur pada 2 Februari 2015 mengunakan dana jamaah untuk membangun Hotel City Tangerang tanpa seizin pemilik dana. Di sisi lain kelima orang yang tergabung dalam jamaah pengajian dan produk paytren ini merasa tertipu dan meminta Yusuf Mansur membayar ganti rugi kepada setiap korban sebesar Rp 5 miliar.

Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas, patut diduga bahwa Saudara Jam’an Nur Chotib Mansur dinilai telah melakukan perbuatan melawan hukum yang sangat merugikan secara material maupun immaterial. “Klien kami memberi waktu kepada Yusuf Mansyur untuk membayar ganti rugi selambat-lambatnya 20 Januari 2020 atau tujuh hari setelah somasi ini dikeluarkan. Jika memang tidak ada itikad baik, kami akan membawa ke proses hukum,” tandas Asfa. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI