Usung ‘Smart Regency’, Sleman Ingin Ciptakan Layanan Masyarkat Cepat dan Cerdas

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kabupaten Sleman siap memelopori diri sebagai kabupaten smart city smart regency. Tidak itu saja, Sleman juga akan menerapkan e-government dalam semua layanannya.  

“Dalam visi dan misi kabupaten Sleman sudah tercantum menuju smart regency, dan saya lihat di kabupaten lain belum ada, dan kedepannya sudah akan menerapkan e-government, ini progam sampai tahun 2021,” ucap Bupati Sleman Sri Purnomo, dalam acara Ignition Gerakan 1000 Startup Digital di UGM, Sabtu (10/8/2019)

Dikatakan Sri Purnomo, langkah Kabupaten Sleman menuju smart regency dengan berbagai progam, salah satunya menciptakan layanan masyarakat serba cepat dan cerdas di berbagai aspek.

Acara Ignition Gerakan 1000 Startup Digital ini diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informasi bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada di Gedung Sabha Permana Yogyakarta. Acara yang mengenalkan dunia digital kepada masyarakat dalam berbagai aspek, salah satunya kewirausahan.

 Sebanyak 17 pembicara diundang dalam acara ini untuk menyulut jiwa kewirausahan pada masyarakat. Berbagai kalangan hadir dalam acara ini, dari mahasiswa, wirausahawan, hingga ibu rumah tangga.

“Entrepreneurship sejatinya adalah bagaimana seseorang  bisa mencari jalan keluar dari permasalahan, jadi masyarakat harus bisa mengubah pola pikir,” ujar Sebastian Alex Dharmawangsa, Head of Program Inovatif Akademi UGM.

Selain kewirusahaan dalam acara ini masyarakat luas diajarkan bagaimana memanfaatkan digital dalam kehidupan . Selaras dengan misi Kabupaten Sleman  akan menjadi e-government, sehingga masyarakat sudah siap.

Baca Juga : 

Pendaftaran 1000 Startup Digital 2019 Dibuka hingga Akhir Tahun

Anak anak muda Yogya menjadi sasaran khusus dalam acara ini. Potensi anak muda yang mempunyai literasi teknologi didorong dapat menyelesaikan problematika sosial dan ekonomi di masyarakat.

Di Yogyakarta inovasi inovasi starup digital sebenarnya sudah banyak. Contohnyanya aplikasi bidang kesehatan, dimana masyarakat dapat konsultasi gratis melalui aplikasi digital. Melalui produk teknologi inovatif akan membawa masyarakat lebih produktif melalui teknologi.

“Intinya acara atau progam ini membuat kaum muda sudah mulai berkarya dan mengimplementasikannya, jadi ini adalah program untuk menciptakan pekerjaan,” Dr Hargo Utomo,Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi. (Ghaniy)

BERITA REKOMENDASI