Vaksin Gotong Royong, Wujud Nilai Pancasila

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Anggota MPR RI, Subardi sepenuhnya mendukung program vaksin gotong royong yang gulirkan pemerintah sejak 17 Mei lalu. Vaksin gotong royong menurut legislator yang akrab disapa Mbah Bardi ini bertujuannya untuk menjangkau lebih cepat target vaksinasi nasional. Program ini juga sekaligus guna mendukung terwujudnya kekebalan imunitas (herd immunity) 70% penduduk Indonesia yakni 181,5 juta jiwa.

“Program ini pada hakikatnya mengandung nilai kemanusiaan, persatuan dan keadilan sosial. Oleh karena itu disebut vaksin gotong royong,” katanya di gedung Subardi Center Papringan Caturtunggal Depok Sleman saat Sosialisasi 4 Pilar, Selasa (25/05/2021).

Subardi menegaskan vaksin gotong royong merupakan bentuk implementasi dari Pancasila. Program ini sebagai ikhtiar kebangsaan agar Indonesia cepat pulih dari tekanan pandemi. “Ikhtiar kebangsaan ini merupakan bagian dari penguatan 4 Pilar bangsa yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” jelasnya.

Wakil rakyat dari Dapil DIY ini mengungkapkan data dari Kemenkes per tanggal 15 Mei 2021 menunjukkan, jumlah suntikan vaksin di Indonesia mencapai lebih dari 23 juta. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan distribusi dosis vaksin terbanyak di Asia Tenggara.

Indonesia bahkan mampu melampaui Kamboja dan Singapura di urutan kedua dan ketiga dengan angka vaksinasi sebanyak 3,2 juta dosis. Apalagi jika dibandingkan Malaysia yang berada di urutan keenam dengan 1,9 juta dosis.

“Capaian ini didukung oleh seluruh elemen banga agar vaksinasi nasional berjalan lebih cepat. Karena kita mampu dengan semangat gotong royong, memang semua harus terlibat,” tegasnya.

Ia menambahkan pemerintah juga menetapkan tarif maksimal vaksin kepada perusahaan agar tidak ada ketimpangan antar perusahaan di luar Jawa. Berdasarkan Permenkes 10/2021, besaran tarif maksimal sebesar Rp 879.140 per orang untuk dua kali vaksin. Harga tersebut terdiri dari harga per dosis Rp 321.660 ditambah tarif maksimal pelayanan vaksin Rp 117.910 per dosis.

Subardi juga mengapresiasi pelaksanaan vaksin gotong royong yang berlaku gratis bagi bagi pekerja bersama keluarganya di perusahaan atau badan hukum. Pendanaan program ini sepenuhnya dibebankan kepada perusahaan atau badan hukum.

“Saya apresiasi karena program ini tidak mengandung aspek komersil, baik dari pemerintah maupun swasta. Ini murni sepenuhnya gotong royong. Dibeli perusahaan, gratis untuk karyawan,” pungkasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI