Vaksinasi MWC NU Sasar Kyai Kampung dan Takmir Masjid

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Gerakan vaksinasi Covid-19 terus digelorakan oleh berbagai elemen masyarakat. Mendukung program pemerintah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kapanewon Gamping melaksanakan kegiatan vaksinasi bagi masyarakat yang digelar di SMP Maarif Gamping, Sabtu (16/10/2021).

Ketua panitia acara kegiatan Suhartono menjelaskan sasaran vaksinasi ini adalah para pengasuh pesantren, takmir masjid dan musola, kyai kampung dan masyarakat umum yang belum divaksin. “Kita memang menyasar masyarakat yang belum divaksin,” ujar Suhartono disela-sela acara.

Suhartono memaparkan awalnya vaksinasi ditargetkan untuk 400 sasaran. Hanya sampai waktu pelaksanaan yang lolos vaksin hanya 364 sasaran. “Ada yg kondisi kesehatannya tidak memungkinkan, ada yg mengundurkan diri,” papar pria yang sehari-harinya menjabat sebagai kepala dusun Modinan, Banyuraden ini.

Dijelaskan Suhartono, jenis vaksin yang diberikan ada dua macam, yakni Sinovac dan AstraZeneca. “Sebenarnya tadinya mau dikasih AstraZeneca karena stoknya yang ada hanya itu. Tapi karena ada peserta yang usianya dibawah 16 tahun yakni siswa SMP Maarif dari Dinkes DIY mencarikan dan alhamdulillah bisa dibawa hari ini,” tuturnya sambil menjelaskan kegiatan ini merupakan kerjasama antara MWC NU Gamping, DPRD DIY dan Dinas Kesehatan DIY.

Anggota DPRD DIY Syukron Arif Muttaqin, SE menegaskan pihaknya mendukung upaya percepatan pelaksanaan vaksin di DIY. Bahkan, dalam beberapa kesempatan DPRD DIY juga melakukan komunikasi dengan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia untuk menambah jumlah vaksin untuk DIY. “Dalam pembahasan perubahan anggaran 2021 lalu, alokasi anggaran untuk vaksinasi juga ditambah,” terang anggota dewan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) ini.

Ia mengajak kepada masyarakat untuk tidak takut menjalani vaksinasi karena vaksin yang disalurkan pemerintah dijamin halal dan aman bagi kesehatan. Syukron juga mengingatkan kepada masyarakat walau telah divaksin tetap harus menjalankan protokol kesehatan (prokes) 5M karana itulah cara paling ampuh memutus rantai penyebaran Covid-19.

Sedang Suharjono dari Dinkes DIY menambahkan, gerakan vaksinasi memang terus diintensifkan. Sampai pertengahan Oktober ini, cakupan masyarakat yang sudah divaksin mencapai 88,44 persen untuk dosis 1. Sedang dosis 2 sudah mencapai 62,30 persen.

“Kita terus berupaya menyisir masyarakat yang belum dengan menggandeng berbagai elemen. Termasuk menggandeng ormas dan elemen lainnya,” tandasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI