Vaksinasi Tak Ganggu Pelayanan Puskesmas

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sejumlah pejabat di Sleman akan ikut dalam penyuntikan vaksin Covid19 pekan ini. Mulai dari Bupati, Kapolres, Kajari, Dandim, Ketua DPRD, Sekda hingga tokoh publik dr Tirta. Dinas Kesehatan Sleman memastikan vaksin Sinovac telah dinyatakan halal oleh MUI.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengatakan, saat ini kasus terkonfirmasi positif Covid19 sebanyak 5.911 dan Sabtu (09/01/2021) kemarin diperkirakan dapat menembus angka 6.000. Bertambahnya angka positif ini kemungkinan karena momen libur akhir tahun lalu. “Kalau sesuai kriteria PSTKM dan berdasarkan angka kesembuhan Sleman yang di bawah angka nasional, kebijakan ini dapat diterapkan di Sleman. Dengan PSTKM harapannya bisa memberikan dampak yang baik. Khususnya pada 14 hari setelah tanggal 25 Januari kami optimis angka positif menurun,” papar Joko Hastaryo.

Joko menambahkan, mendekati pelaksanaan vaksinasi Covid-19, ada tiga rumah sakit yang menyatakan tidak siap yakni Rumah Sakit Bedah Sinduadi, RS Annur dan RS Arvita Bunda. Hingga saat ini, ada beberapa nama yang masuk dalam daftar orang yang akan disuntik vaksin perdana. Selain beberapa tokoh formal, ada tokoh informal yang menerima vaksin pertama, salah satunya dr Tirta.

“Kami pilih dr Tirta karena penting untuk yakinkan masyarakat dan dr Tirta merupakan sosok viral dan kontroversial dan banyak diikuti orang. Kemudian kami hubungi dia welcome dan kami putuskan dia salah satu tokoh informal penerima vaksin dari Sleman,” tandas Joko.

Sementara sejumlah Puskesmas di Sleman menyatakan siap dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Selain tempat penyimpanan vaksin yang memadai, vaksinator di tingkat Puskesmas juga telah mendapatkan pelatihan. Dalam pelaksanaan vaksinasi pekan ini dipastikan tidak akan mengganggu operasional Puskesmas yang lain.

Kepala Puskesmas Moyudan Desi Arijadi menerangkan, jumlah sumber daya manusia (SDM) di Moyudan yang terdaftar akan mendapatkan vaksin Covid-19 sekitar 52 orang. Jumlah ini mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN termasuk petugas kebersihan di lingkungan Puskesmas. Sarana dan prasarana di Puskesmas dinilai sudah memadai untuk pelaksanaan vaksinasi. (Aha)

BERITA REKOMENDASI