Volume Pengangkutan Sampah di Pasar Ditambah

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRjogja.com – Volume pengangkutan sampah di pasar tradisional perlu ditambah lagi. Hal itu untuk menjaga kebersihan pasar tradisional agar masyarakat nyaman saat berbelanja. Selain itu supaya pasar tradisional mampu bersaing dengan toko modern.

Ketua Pansus III tentang LKPJ Tahun 2020 Kabupaten Sleman, Guntur Yoga Purnawan ST mengatakan, pasar tradisional itu merupakan pusat ekonomi masyarakat. Kebersihan dan kenyamanan para pedagang maupun pengunjung harus diperhatikan.

“Kesan kumuh dan kotor harus dihilangkan di pasar tradisional. Makanya sampah harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan bau,” kata Guntur, Sabtu (20/3).
Untuk itu, pansus menyarankan kepada Dinas Lingkungan Hidup supaya menambah volume pengangkutan sampah di pasar tradisional.

Tujuannya supaya sampah di pasar tradisional tidak menumpuk terlalu banyak yang dapat menimbulkan bau.
“Berdasarkan pencermatan kami dalam LKPJ yang dikirim ke dewan, pengangkutan sampah di pasar tradisional dinilai masih perlu ditambah volumenya. Tujuannya pasar tradional nyaman dikunjungi dan mampu bersaing dengan toko modern,” terangnya.

Di samping itu, Pansus juga menyarankan kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk mencarikan solusi menengah dan panjang mengenai kualitas lingkungan hidup. Hal itu dikarenakan kualitas lingkungan hidup di Sleman kurang baik.

“Dalam pidato Bupati saat menyampaikan LKPJ, indeks kualitas tutupan lahan sebesar 34,71 dengan status waspada dan indeks kualitas lingkungan hidup 52,28 dengan predikat kurang baik. Dan status ini sudah berlangsung selama 5 tahun. Untuk itu perlu solusi karena Sleman memiliki zona resapan air yang bisa memberikan pengaruh terhadap wilayah di selatannya,” pungkasnya. (Sni)

BERITA REKOMENDASI