Volume Sampah di Sleman Selama Lebaran Meningkat 32 Persen

SLEMAN, KRJOGJA.com – Penutupan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan ternyata berimbas pada pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman. Namun demikian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) masih mampu mengatasi penumpukan sampah di wilayah Sleman dengan mengoptimalkan depo-depo pengolahan sampah yang ada.

Kepala DLH Sleman Epiphana Kristiyati saat dikonfirmasi KRJOGJA.com di ruang kerjanya, Selasa (10/5/2022) mengaku sempat kewalahan dengan adanya penutupan TPST Piyungan selama beberapa hari ini. Apalagi jumlah sampah dari masyarakat selama lebaran kemarin mengalami peningkatan.

“Pada hari-hari biasa, volume sampah dari masyarakat Sleman mencapai 700 ton, di mana sekitar 200 ton dibawa ke TPST Piyungan. Saat lebaran beberapa hari lalu, terjadi peningkatan pembuangan sampah sekitar 32 persen. Sementara TPST Piyungan justru ditutup sehingga kami harus kerja keras untuk mengelola sampah agar tidak terjadi penumpukan,” kata Epi.

Salah satu upaya yang dilakukan DLH Sleman adalah mengoptimalkan pengolahan sampah di depo-depo yang ada. Sampah-sampah dipilah mana yang organik bisa diolah menjadi kompos sedang yang anorganik dipisahkan untuk menjadi barang rongsokan yang bisa dijual. DLH Sleman harus kerja keras untuk melakukan pemilahan ini karena volume sampah juga terus bertambah. Sehingga meski ada sampah yang belum terambil, namun tidak sampai menimbulkan penumpukan yang bisa mengganggu kesehatan.

“Kami akui pengambilan sampah ini tidak bisa maksimal. Padahal, kami juga belum tahu kapan TPST Piyungan ini bakal dibuka lagi. Namun kami akan kerja keras sehingga tumpukan sampah tidak memicu masalah baru,” tandasnya.

BERITA REKOMENDASI