Wacana Pembangunan Underpass Gejayan Dikaji Ulang

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Wacana pembangunan underpass Gejayan akan dikaji ulang, apakah masih diperlukan atau tidak. Hal itu dikarenakan nantinya ada jalan tol Yogya-Solo yang dibangun di atas Ring Road Utara.

Kabid Fisik dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman Dona Saputra Ginting ST MES MAP menjelaskan, awalnya pembangunan underpass Gejayan akan dibangun mulai tahun 2021. Namun dengan adanya pembangunan jalan tol Yogya-Solo di atas Ring Road Utara, rencana pembangunan underpass akan dikaji ulang.

”Nanti pemerintah pusat akan mengkaji apakah masih perlu membangun underpass di Gejayan atau tidak. Soalnya itu kewenangan dari pemerintah pusat,” kata Dona.

Menurutnya, pembangunan underpass itu bertujuan mempercepat laju kendaraan di ring road. Sementara dengan adanya tol Yogya-Solo, nantinya volume kendaraan di ring road akan berkurang.

”Mungkin nanti kendaraan roda empat akan lebih banyak melintas ke jalan tol. Sehingga nanti beban volume kendaraan di ring road akan berkurang. Hal itu tentunya akan menjadi pertimbangan perlu tidaknya underpass di Gejayan,” terangnya.

Disinggung tentang pembangunan Selokan Mataram, Dona mengaku, pelebaran jalan di Selokan Mataram sekarang ini masih terkendala pembebasan lahan. Sementara Pemda DIY sekarang ini masih konsentrasi pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS).

”Saat ini yang belum dilebarkan hanya kurang di Selokan Mataram Jalan Affandi. Pembebasan lahan itu dilakukan oleh Pemkab Sleman bersama Pemda DIY. Jadi nanti pelebaran jalan di Selokan Mataram akan menunggu setelah JJLS selesai,” ujarnya.

Ditambahkan, tujuan pelebaran jalan di Selokan Mataram itu untuk mengurangi beban volume kendaraan di ring road. Dengan harapan masyarakat yang akan menuju UGM hingga Seturan dapat melintas di Selokan Mataram.

”Jadi jalan Selokan Mataram itu sebagai jalan alternatif bagi masyarakat. Sehingga beban jalan utama akan berkurang,” kata Dona. (Sni)

BERITA REKOMENDASI