Wakapolda DIY: Pelanggar Lalu Lintas di Yogyakarta Cukup Tinggi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kepolisian berharap masyarakat DIY saat ini lebih tertib dalam berlalu lintas. Data Operasi Patuh Progo 2018 menunjukkan jumlah pelanggar lalu lintas di DIY cukup tinggi. 

Baca Juga: Operasi Patuh Progo Digelar, Pelanggar Lalu Lintas Dibidik!

"Dari data pelanggaran wilayah hukum DIY cukup tunggi. Padahal Yogyakarta menyandang sebutan kota pelajar diluar sebagai tujuan wisata. Seharusnya kita menjadi contoh bagi wilayah yang lain. DIY harus lebih patuh dan lebih taat terhadap aturan khususnya di jalan," kata Wakapolda DIY, Brigjen Pol Karyoto kepada wartawan usai apel pagi gelar Operasi Patuh Progo 2019, di Mapolda DIY, Kamis (29/08/19).

Operasi Patuh Progo 2019 yang diselenggarakan selama 14 hari mulai 29 Agustus – 11 September 2019 di seluruh wilayah hukum Polda DIY bakal membidik para pelanggar. Karyoto mengingatkan kepada masyarakat untuk patuh dalam berkendara.

"Dari kata-katanya saja patuh, membuat masyarakat khususnya para pengendara kendaraan bermotor roda dua maupun empat untuk patuh taat pada peraturan," ucapnya. 

Operasi Patuh Progo 2019 didomisili oleh kegiatan preemtif sebesar 60 persen, dimana merupakan upaya untuk mencegak terjadinya pelanggaran lalu lintas melalui edukasi pemahaman dalam aturan berlalu lintas. Sementara preventif 40 persen.

Baca Juga: Bulan Depan Dirilis, Apa Itu Smart SIM?

"Memang yang sedikit kita tingkatkan adalah penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas di jalanan," tuturnya.

Sementara data Operasi Patuh Progo tahun lalu pada 26 April-9 Mei 2018, jumlah pelanggar lalu lintas total 51.012 perkara, kecelakaan lalu lintas 128 kasus dengan korban meninggal dunia 7 orang dan luka 198 orang. (Ive)

BERITA REKOMENDASI