Wanita Muda Sembunyikan 484 Pil Happy Five Dalam Bra

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Petugas Bea Cukai menggagalkan upaya penyelundupan ratusan butir pil psikotropika dan ekstasi dari seorang penumpang di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta. Ratusan pil obat-obatan tersebut pelaku sembunyikan di dalam bra. Penumpang tersebut merupakan seorang wanita muda berinisial RDA (23) warga negara Indonesia asal Palu, Sulawesi yang terbang dari Kuala Lumpur tujuan Yogyakarta.

"Petugas mengamankan pil obat-obatan yang teridentifikasi sebagai psikotropika jenis happy five berjumlah 484 butir dan narkotika jenis ekstasi berjumlah 9,5 butir," kata Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DIY, Gatot Sugeng Wibowo di Kantor Bea Cukai Yogyakarta. Rabu (28/08/2019).

Pengungkapan ini berawal ketika petugas Bea Cukai mencurigai gerak-gerik RDA saat tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Adisutjipto. Petugas langsung melakukan pemeriksaan badan (body check) dan didapati barang haram tersebut di dalam bra atau kutang yang akan diselundupkan.

"RDA bersama barang bukti dibawa oleh petugas Bea Cukai dibantu oleh petugas Lanud AAU Adisutjipto dan pegawai Angkasa Pura I ke Kantor Bea Cekai untuk dilakukan pemeriksaan dan berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda DIY," ucapnya.

Sementata, Direktur Reserse Narkoba Polda DIY, Kombes Pol Dewa Putu Gede Artha mengungkapkan, dari pengakuan pelaku barang haram tersebut dia peroleh dari Malaysia. "Empat kali ke Malaysia karena punya teman yang berkecimpung dibidang investasi dan untuk barang haram ini, kata dia baru pertama dia bawa ke Indonesia," ujarnya.

Kata Dewa, pelaku bekerja di salah satu tempat hiburan yang ada di Surabaya. Apakah obat tersebut akan dibawa ke Surabaya, polisi masih mendalaminya. "Mudah-mudahan Yogyakarta bukan pasarnya, tapi melalui Yogya kita gagalkan penyelundupan ini," tegasnya.

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mendapatkan informasi lebih lengkap. Dewa menyebut tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain. "Jika pil tersebut dia konsumsi sendiri secara logika tidak mungkin, karena jumlahnya yang sekian banyak, tidak masuk akal. Jadi kami masih melakukan pendalaman," tuturnya.

Kegiatan pemasukan (impor) Narkotika dan Psikotropika tanpa izin tersebut melanggar ketentuan pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomer 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 62 Undang-undang Nomer 5 tahun 1997 tentang Psikotropika. (Ive)

BERITA REKOMENDASI