Warga Banyurejo ‘Galau’ Rumahnya Terdampak Jalan Tol

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sebagian warga Banyurejo yang terdampak pembangunan jalan tol Yogya-Bawen menyampaikan pernyataan sikap dalam agenda konsultasi publik yang diadakan di Balai Desa Banyurejo Tempel, Rabu (16/9/2020). Mereka ingin pemerintah menepati janjinya dalam hal ganti untung terhadap tanah bahkan rumah mereka yang sudah ditempati sejak lahir.

Bemuh Tarom (48) warga Gangsiran Banyurejo Tempel mengaku galau setelah mendengar rumah yang ia tempati sejak kecil termasuk area terdampak pembangunan jalan tol Yogya-Bawen. Apalagi saat sosialisasi pembangunan jalan yang dilakukan Kamis (23/7/2020) lalu ia tidak termasuk warga yang diundang. “Saya tahunya waktu pak dukuh meminta mengumpulkan berkas. Ternyata rumah saya terkena pembangunan jalan tol,” ungkap Bemuh kepada KRJOGJA.com, Rabu (16/9/2020).

Bemuh mengaku berat menerima kenyataan ini. Meski luas tanah dan rumahnya tidak seberapa, namun nilai sejarah dan usahanya yang tidak sebanding dengan nominal uang. Bemuh menerangkan, luas tanah yang terdampak seluas 480 meter persegi sedangkan luas bangunan sebesar 180 meter persegi. “Warga yang terdampak tanah dan rumah hanya sebagian kecil. Mayoritas kalau di Banyurejo area persawahan. Hampir semua yang rumahnya terdampak ini warga asli jadi sejak kecil sudah tinggal disini. Hal ini yang membuat kami makin berat,” tandas Bemuh.

BERITA REKOMENDASI