Warga Banyurejo ‘Galau’ Rumahnya Terdampak Jalan Tol

Bemuh dan warga lain kemudian membentuk paguyuban Mujahadah Malam Senin yang terdiri dari beberapa warga yang merasa senasib sepenanggungan menyikapi pembangunan jalan tol ini. Namun demikian dalam konsultasi publik di balai desa Banyurejo, semua warga sudah menandatangani pemberkasan kerelaan tanahnya digunakan untuk pembangunan jalan tol Yogya-Bawen. Bemuh menegaskan, warga minta proses ini berjalan dengan aman dan lurus. Selain itu warga juga meminta keadilan dengan adanya pembangunan jalan tol di wilayahnya. Apalagi ia juga mendengar yang terkena dampak jalan tol banyak permasalahan termasuk harga.

“Kami ingin dihargai secara manusiawi. Yang kami dengar memang ada ganti untung, kami menuntut hal itu bukan hanya sekedar slogan saja,” pungkas Bemuh.

Sebelumnya Ketua Tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ruas Semarang-Yogya Heru Budi Prasetyo mengatakan, dalam pembangunan jalan tol, pemerintah memberikan ganti untung. Heru menilai, dengan adanya ganti untung ini, warga terdampak bisa memilih rumah dan lokasi sesuai keinginan mereka. Berbeda jika relokasi, pemerintah hanya mengganti tanah dan rumah sesuai luasan semula.

“Dengan ganti uang ini dinilai menguntungkan. Warga bisa memilih rumah dan lebih leluasa dalam mencari tanah sesuai keinginan mereka,” kata Heru.(Aha)

BERITA REKOMENDASI