Warga Dusun Karangmojo Gelar Lomba Kebun Toga

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tanaman obat keluarga (toga) belakangan menjadi tren di kalangan masyarakat. Tidak sekedar bermanfaat dari aspek ketahanan pangan dan kesehatan, keberadaan kebun toga juga membantu perekonomian lantaran hasilnya dapat dijual. Potensi ini pula yang tengah dikembangkan oleh masyarakat Padukuhan Karangmojo Desa Purwomartani Kecamatan Kalasan Sleman.

Atas inisiasi kepala dukuh setempat, mereka berlomba merintis kebun toga. Perlombaan ini melibatkan partisipasi semua lingkungan RT. “Keseluruhan ada 13 RT di padukuhan kami, dan masing-masing menyediakan lahan untuk ditanami toga. Perlombaan sekarang masuk penilaian tahap kedua,” kata Dukuh Karangmojo, Andi Rakhmat Santoso saat menerima kunjungan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun di kebun toga RT 08, Minggu (12/07/2020).

Penilaian lomba antar RT ini dilaksanakan dalam tiga tahapan mulai dari proses awal tanam sampai dengan hasil akhir. Penyelenggaraan lomba ini, menurut Andi, terinspirasi karena melihat sudah banyak daerah yang memiliki lahan toga. Karena itu, dia dan istri yang juga selaku Ketua PKK Karangmojo menggagas rintisan lahan toga lewat konsep lomba yang memperebutkan uang pembinaan dan piala bergilir selama tiga tahun.

Alasan dirancang bergilir agar program kebun toga berlanjut sehingga warga bisa merasakan manfaatnya. “Nanti kami akan ikut membantu pemasarannya, dan membuatkan produk lokal. Contohnya yang sudah ada seperti minuman sari apel dan sereh,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menilai positif pelaksanaan lomba toga antar RT yang digagas Padukuhan Karangmojo ini. Menurutnya, keberadaan toga akan membantu kebutuhan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan. Terlebih isinya tidak hanya tanaman obat tapi juga sayur-mayur dan buah-buahan.

“Bahkan disini, kebun toga dilengkapi dengan kolam ikan. Jadi manfaatnya dobel, air dari kolam bisa digunakan untuk menyiram tanaman sekaligus sebagai pupuk,” ujarnya. (*)

BERITA REKOMENDASI