Warga Pundong Mlati Banyak Jadi Miliarder Dadakan, Ini Sebabnya

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRjogja.com – Puluhan warga Dusun Pundong, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman mendadak menjadi miliarder, setelah menerima ganti untung pembebasan lahan untuk proyek pembangunan Jalan Tol Yogya-Bawen. Nominal ganti untung yang diterima warga cukup bervariasi, mulai Rp 1 miliar hingga Rp 12 miliar. Mayoritas uang ganti untung tersebut digunakan untuk membeli tanah, rumah hingga mobil.

Dukuh Pundong 3 Pekik Basuki mengatakan, total lahan yang dibebaskan di Dusun Pundong 1, 2, 3, dan 4 ada 145 bidang tanah. Sedangkan untuk rumah, yang dibebaskan di Dusun Pundong 2, 3, dan 4 ada sekitar 48 rumah.

”Dari tanah dan rumah yang dibebaskan untuk pembangunan Tol Yogya-Bawen ini, ada warga yang mendapat ganti untung puluhan juta hingga miliaran rupiah. Tapi mayoritas warga mendapat ganti untung kisaran Rp 1 miliar hingga Rp 12 miliar. Karena itu, banyak yang menjadi miliarder dadakan,” ungkap Pekik kepada KR, Kamis (2/9).

Pekik merupakan salah satu warga yang terdampak. Ganti untung dari lahan yang dibebaskan, Pekik menerima sekitar Rp 1,1 miliar. Sedangkan tanah warisan milik istri dan kakak iparnya, mendapat uang ganti untung sekitar Rp 9 miliar. Selanjutnya uang tersebut digunakan untuk membeli tanah di sekitar Kampus UMY, membeli rumah di dekat Kampus UII dan membangun rumah di Pundong.

”Uang ganti untung itu saya kembalikan untuk membeli tanah dan rumah. Sedangkan untuk beli mobil belum,” kata Pekik. Menurutnya, setelah pencairan uang ganti untung, memang banyak sales mobil, motor, asuransi dan perbankan yang mendatangi warga Pundong.

Namun mayoritas masyarakat lebih memilih menggunakan uang tersebut untuk membeli tanah dan rumah. ”Warga yang membeli mobil memang ada, tapi tidak banyak. Justru kebanyakan untuk membeli rumah dan tanah sebagai persiapan nanti kalau sudah harus pindah. Selain itu, ditabung untuk biaya pendidikan anak,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI