Warga Sekitar TPST Piyungan Minta Permasalahan Sampah Diselesaikan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Persoalan di sekitar Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul seolah tidak kunjung selesai. Warga minta sejumlah kewajiban pemerintah yang harus direalisasikan secepatnya, sehingga warga sekitar TPST Piyungan tidak dirugikan.

Termasuk perbaikan kerusakan talud di area TPST cepat diselesaikan, karena limbah cair sudah mencemari permukiman warga. Jika tidak segera dibereskan, warga mengancam akan menggelar unjuk rasa.

"Talud di dalam area TPST Piyungan ini ada yang rusak sehingga limbah cairnya sampai permukiman warga apalagi kondisnya hujan seperti ini. Dari pengelolan sudah memperbaiki, tetapi belum selesai. Oleh karena itu kami segera diselesaikan," ujar Ketua Kimunitas Mardiko atau Pemulung TPST Piyungan Maryono.

Dijelaskan, sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi pemerintah di antaranya melakukan fogging atau pengasapan nyamuk di sekitar TPST. Sesuai kesepakatan, pengasapan dilakukan satu sekali, tetapi sudah dua tahun ini tidak dilakukan. Bahkan sudah ada warga terkena demam berdarah.

"Fogging itu kan mestinya 1 kali setiap minggu, tetapi kelihatannya sudah beberapa waktu lalu sudah tidak dilakukan," ujar Maryono.

Selain itu warga dibuat geram terkait dengan lampu penerangan jalan. Karena sejauh ini ada jaringan listrik putus tetapi belum juga diperbaiki. Dengan kondisi itu Maryono minta pemerintah untuk lebih memperhatikan prasarana TPST. "Kami yang di sini merasakan langsung, bahwa fogging, penerangan jalan itu sangat berarti bagi kami," ujarnya.

Maryono juga mengklaim soal pemeriksaan kesehatan terhadap pemulung dan warga sekitar jarang dilakukan. Warga sebenarnya hanya minta agar ketentuan -ketentuan yang sudah jadi kesepakatan dengan warga ditepati. Sebenarnya warga tidak menuntut banyak dan bukan pula untuk pribadi. "Kami minta agar aspirasi warga sekitar TPST dipenuhi," ujar Maryono. (Roy)

BERITA REKOMENDASI