Warga Sleman Diingatkan Pilih Pemimpin Teladan, Bukan Titipan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Anggota Komisi VI DPR RI Subardi mengimbau warga Sleman agar tidak salah pilih pemimpin pada Pilkada Kabupaten Sleman, 9 Desember mendatang. Warga harus memperhatikan aspek teladan, kemampuan dan pengalaman. Bukan pemimpin titipan yang tiba-tiba muncul menjelang pemilihan.

“Kalau salah pilih, konsekuensinya berat. Kerja-kerja pemerintahan dan pembangunan akan merosot,” ungkap Subardi saat bertemu dengan warga dari Kapanewon Berbah dan Depok, di kawasan Prambanan, Selasa (17/11/2020).

Menurutnya, sistem otonomi memberi kebebasan kepada daerah untuk maju. Sistem ini juga membuat pola pembangunan daerah bergantung pada pemimpin. “Saya mengimbau jangan pilih pemimpin yang modal titipan, tanpa kemampuan, apalagi tak punya pengalaman,” tendas Mbah Bardi, sapaan akrabnya.

Pemimpin titipan, lanjut Mbah Bardi, akan didukung oleh jaringan kekuasaan. Kekuatan uang akan memuluskan ambisi meraih kekuasaan, mulai dari pencalonan hingga pemilihan.

“Biasanya calon pemimpin titipan akan mengandalkan politik uang. Mereka di’backup’ oleh jaringan kekuasaan, apalagi jaringan itu ada hubungan kekeluargaan. Ini berbahaya, saya harap masyarakat sadar, jangan dibiarkan demi masa depan Sleman,” tegas Ketua DPW NasDem DIY ini.

Dalam kesempatan ini Mbah Bardi mengingatkan pentingnya menilai pemimpin dari aspek teladan dan gagasan, bukan pencitraan yang berlebihan. Ia pun menyarankan agar warga menyaksikan tayangan ulang debat antar paslon yang diselenggarakan KPU.

“Untuk menilai paslon yang teladan dan titipan, itu jelas tersaji waktu debat kemarin. Silakan dinilai siapa yang gagap, dan siapa yang siap,” terangnya.

Politikus berusia 68 tahun itu lantas menggambarkan sosok pemimpin teladan adalah Sri Muslimatun. Kandidat nomor urut 2 ini dinilai sebagai sosok teladan yang baik.

Dari aspek personal, Muslimatun tidak pernah bermasalah. Sementara dari aspek kemampuan, wakil bupati sejak tahun 2015 ini mampu menekan angka kemiskinan lewat program-program pemberdayaan.

Subardi pun menggambarkan kesuksesan Muslimatun dalam berkarir, mulai dari seorang bidan hingga menjadi wakil bupati. Menurutnya Muslimatun berjuang sendiri, bukan dari keluarga pejabat atau konglomerat.

“Bu Mus merintis karir mulai dari seorang bidan hingga sekaran punya RS sendiri. Warga-warga yang tidak mampu dibantu, mau lahiran atau berobat, juga dibantu. Semua tahu Bu Mus sering membantu urusan kemanusiaan. Ini yang saya maksud teladan. Sekali lagi saya mengimbau, jangan coba-coba memilih pemimpin. Jangan taruhkan masa depan Sleman,” pungkasnya. (Has)

BERITA REKOMENDASI