Warsito Ditemukan, Ini Pesan Mbah Asih untuk Wisatawan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Warsito (33) warga Tridadi Sleman yang menghilang di utara bunker Kaliadem sejak Kamis (22/2/2018) lalu akhirnya ditemukan Minggu (25/2/2018) siang di utara Pos 2 Paseban Labuhan Merapi jalur Kinahrejo. Warsito ditemukan dalam keadaan hidup meski kondisinya lemas dan bingung.

Tim SAR gabungan pun baru bisa membawa turun Warsito ke posko Umbulharjo pada pukul 19.00 WIB setelah sebelumnya sempat berisirahat di Pos 2 untuk memulihkan kondisi. Sembari menanti survivor dievakuasi, KRjogja.com menyempatkan diri mengobrol dengan Masbekel Anom Suraksosihono (Mbah Asih) juru kunci Merapi pengganti Mbah Maridjan.

Mbah Asih yang menunggu di posko sejak hari pertama pencarian tampak tenang. Ia sebelumnya sempat berujar bawasanya sebentar lagi Warsito bakal ditemukan sebelum ahirnya benar-benar berhasil dievakuasi 10 meter di utara Pos 2 tersebut.

Baca Juga: Warsito Sengaja Menghilang?

Kepada KRjogja.com, Mbah Asih menitipkan pesan pada masyarakat dan wisatawan agar selalu berhati-hati dan waspada saat berada di kawasan Gunung Merapi. Menurut dia, Merapi adalah sebuah alam bebas yang hidup dan memiliki cara kerjanya tersendiri.

“Kasus ini jadi pelajaran bagaimana semuanya harus hati-hati dan waspada. Kalau ke wilayah situ (Merapi) yang di tempat yang sewajarnya saja dan jangan sampai pikiran tidak fokus atau bahkan kosong,” pesannya.

Mbah Asih juga mengingatkan pada siapa saja yang hendak mendaki Merapi agar benar-benar memupuk kemantapan niat. “Orang naik gunung itu sik penting mantep, kalau ragu-ragu mending jangan karena di gunung itu ada makhluk yang diluar kita, percaya atau tidak. Ada etika yang haris dijaga istilahnya ya harus saling menghargai dan menghormati. Seperti manusia kalau diabaikan ya mungkin marah juga, begitu pula kehidupan di Merapi,” ungkapnya lagi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI