Warsito Hilang di Kaliadem, Begini Kronologinya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Warsito (33) warga Dusun Paten Desa Tridadi Sleman hilang ketika sedang berwisata di objek wisata Kaliadem Desa Kepuharjo Cangkringan, Kamis (22/2/2018). Dia naik ke Kaliadem bersama Dwi Indri Astuti (34) warga Dusun Kadisoka Desa Purwomartani Kalasan.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, keduanya naik ke Kaliadem mengendarai kendaraan roda dua tanpa menggunakan jasa antar sekitar pukul 09.30 WIB. Sesampainya di lokasi keduanya beristirahat di warung untuk membeli minuman. Selang 30 menit kemudian, survivor bilang kepada Dwi untuk naik ke arah utara bungker seorang diri. Namun ditunggu satu jam, Warsito tidak kunjung turun. Bahkan dihubungi juga tidak bisa.

Khawatir karena Warsito tidak juga kembali, Dwi lalu naik dan bertanya kepada pengunjung yang lain. Dia bertanya apakah pengunjung sempat melihat Dwi dengan menunjukkan foto. Kebetulan keduanya sempat berfoto berdua begitu sampai ke Kaliadem. Beberapa pengunjung mengaku melihat survivor berjalan ke arah utara. Karena tidak kunjung ketemu, Dwi lalu melaporkan kalau Warsito hilang.

Baca Juga: Istri Ditinggal di Bunker Kaliadem, Warsito Menghilang

Tim yang terdiri dari SAR Sleman, SAR DIY, Linmas, Satuan Komunikasi Sosial Bersama (SKSB) hingga relawan masyarakat setempat lalu melakukan koordinasi. Ada tiga tim yang melakukan pencarian. Satu tim rata-rata beranggotakan 11-13 orang. Ketiganya berangkat sekitar pukul 15.00 WIB dengan rute yang berbeda. Tim 1 naik hingga daerah Nglengis, tim 2 sampai kawasan Petis Opak dan tim 3 hingga Sri Manganti yang biasa digunakan untuk labuhan merapi.

"Tim 1 turun sekitar pukul 17.15 WIB, tim 2 pukul 17.15 WIB dan tim 3 turun pukul 17.30 WIB. Semua tim tidak menemukan adanya jejak survivor. Karena kondisi berkabut dan hujan, maka pencarian diputuskan untuk dihentikan pukul 17.30 WIB.," kata Kepala Desa Kepuharjo Heri Suprapto.

Untuk Dwi sendiri masih dalam keadaan shock. Hingga proses pencarian dihentikan dia masih tetap berada di sekitar bungker. Sedangkan beberapa anggota keluarganya juga mulai datang untuk menjemput.

Sementara itu Kapolsek Cangkringan AKP Sutarman saat dikonfirmasi mengatakan, sebelum dilaporkan menghilang, Warsito (33) datang ke bungker Kaliadem bersama Dwi Indri Astuti (34). Keduanya berangkat dari rumah menggunakan sepeda motor Honda Beat dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB. Sesampainya di bunker Kaliadem, keduanya beristirahat di salah satu warung untuk membeli minuman. Namun Warsito mengatakan hendak berkeliling di area bungker menuju ke arah utara. Sedangkan Dwi menunggu di warung.

“Setelah satu jam korban tidak turun-turun. Berusaha dihubungi nomor teleponnya tapi tidak aktif. Hingga akhirnya dilaporkan ke petugas,” papar AKP Sutarman.

Setelah pencarian dihentikan, tim juga langsung berkoordinasi untuk melakukan evaluasi. Mengenai pencarian berikutnya belum bisa diputuskan pukul berapa. Karena menyesuaikan dengan kondisi di lereng Gunung Merapi. (Awh/R-2)

BERITA REKOMENDASI