Website PA Sleman Diretas, Hacker Galau Malah Curhat

SLEMAN, KRJOGJA.com –  Websites Pengadilan Agama (PA) Sleman diretas (hack) oleh orang tak bertanggungjawab, Minggu (12/1). Di website itu sempat muncul curhatan patah hati dalam Bahasa Jawa. Namun Senin (13/1) situs Pengadilan Agama Sleman sudah kembali normal.

Saat dihack, website Pengadilan Agama Sleman muncul tulisan 'Aku VS Wong Tuamu. Hacked by XGXS. Isi curhatan tersebut berbunyi 'Senajan tresno aku mung iso meneng penting koe seneng opo wae tak lakoni. Uwes kadung gejeron deleh ati kleru panggon. Urip ilang semangat, sing tak tresno jebul waton. Raise mbedakke ndi sing modus ndi seng tulus. Wes entek sak kabehe bul atiku ra diurus. Aku ora getun, yen due ati seng ringkih. Nanging aku iso nandur tanpo pamrih'.

Menurut Admin IT Pengadilan Agama Sleman Priyo Purnomo, situs PA-Slemankab go.id ketahuan diretas Minggu sore. Namun setelah dicek, peretasan ini tidak sampai ke data-data yang dimiliki Pengadilan Agama Sleman. Peristiwa peretasan situs ini bukan
yang pertama kali. "Untuk data-datanya aman. Pelaku peretasan hanya mengalihkan alamat akses websitenya saja," ujarnya saat
dikonfirmasi, Senin (13/1).

Agar kejadian seperti ini tak terulang lagi, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak pengembang dalam hal pengaman situs.
Meski sempat diretas, lanjut Priyo, tidak mengganggu pelayanan Pengadilan Agama Sleman. Karena situs ini hanya menyediakan informasi sehingga untuk layanan utama tidak mengalami gangguan. "Website kita belum menyediakan layanan. Dalam arti dinamis, seperti pendaftaran via web, pendaftaran online. Website ini hanya sebatas menyampaikan informasi kepada masyarakat," ungkap Priyo.

Sementara itu Kepala Pusat Studi Forensika Digital (PUSFID) FTI UII Yogyakarta Yudi Prayudi MKom menambahkan, situs milik pemerintah biasa disasar oleh hacker karena umumnya serangan dilakukan oleh hacker baru untuk berlatih dan belajar mencari kerentanan suatu sistem. "Permasalahannya, situs pemerintah sebagian besar tidak dikelola dengan baik dan tidak ada admin yang secara spesifik terkait
web security. Untuk itu hal ini harus diperhatikan guna menggunakan tenaga ahli yang lebih mumpuni," ujarnya. (Aha)

BERITA REKOMENDASI