Wisuda Santri Lansia TPA BIMa Darul Aqli

SLEMAN (KRJOGJA.com) – TPA BIMa Darul Aqli mengadakan wisuda santri di Sekretariat TPA BIMa Darul Aqli, RT 01/20 Dusun Cibuk Lor II, Margoluwih Seyegan Sleman, Minggu (29/12/2019) malam. Menariknya seluruh santri yang diwisuda adalah santri lanjut usia (lansia) yang telah mengkhatamkan Iqra dan beberapa surat pendek.

Ngadimun, pendamping TPA BIMa Darul Aqli sekaligus ketua kelompok mengatakan, kegiatan ini sudah berjalan hampir 10 tahun, diawali kegiatan pemberdayaan perempuan yang difasilitasi Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, Bina Insan Mandiri (LPPM BIMa) Yogyakarta dengan memberikan pelatihan, modal alat dan bahan pembuatan makanan ringan. Setiap minggu diberikan materi ketrampilan dan penguatan diri individu melalui pendekatan religi.

"Akhirnya diputuskan seminggu dua kali belajar Iqra dan ilmu agama lainnya. Wisuda untuk yang pertama kalinya ini diikuti 16 santri lansia dari 35 santri yang ikut belajar Iqra," kata Ngadimun disela acara. Wisuda Iqra ditandai penyerahan Alquran kepada para santri oleh Ketua Umum LPPM Bina Insan Mandiri Dr Hj Istiana Hermawati SPd MSos didampingi para pengajar seperti ustadz Ngadimun, Ustadz Sardi, Ustadz Amin Sidiq dan ustadz H Abdul Kholiq.

Istiana berpesan kepada para santri lansia untuk tetap semangat dan terus belajar meskipun banyak hambatan terutama daya ingat yang sudah mulai menurun dan kesulitan melafalkan bacaan Alquran dengan baik. Perlu dukungan keluarga memberi semangat para lansia untuk belajar. "Insya Allah kegiatan seperti ini akan diteruskan di daerah-daerah binaan yang lainnya," tuturnya.

Agus Darmono pendamping dari LPPM BIMa menambahkan, wisuda Iqra ini cukup langka dan unik karena diikuti para lansia yang rata-rata usiaya sudah di atas 60 tahun. Kegiatan TPA Lansia sejatinya untuk menambah ilmu keagamaan juga sarana untuk saling menguatkan di antara lansia, sehingga mereka tidak merasa sendiri. Kegiatan lainnya berupa pelayanan kesehatan, outbond yang membuat hidup tetap semangat dan optimis.

Sementara itu dalam ceramahnya, ustadz Ahmad Hanif Asrori dari Salaman Magelang mengapresisasi para santri lansia yang tetap semangat belajar membaca Alquran. Ahmad Hanif Asrori menyebut para santri lansia dengan istilah 'S3' atau Santri Sampun Sepuh. "Kunci kehidupan ini adalah belajar atau ngaji karena tanpa belajar kita tidak akan tahu mana yang baik dan buruk. Dan belajar itu tidak mengenal usia, sepanjang hidup karena hidup itu sejatinya belajar," katanya. (Dev)

 

BERITA REKOMENDASI