Wujudkan Kampus Megah Berbasis Budaya, UWM Bangun Kampus Baru di Gamping

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Di atas lahan seluas 26.209 m2 di Jalan Tatabumi, Banyuraden, Gamping, Sleman, Universitas Widya Mataram (UWM) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampus Baru yang megah berbasis budaya. Menjadi moment bersejarah di usia 39 tahun untuk akselerasi pengembangan UWM.

“Tahap pertama dibangun diatas lahan 15.000 m2 berupa Gedung Rektorat yang untuk sementara nanti peruntukannya sebagai ruang kuliah, tiga lantai, seluas 2.520 M2, dengan 28 ruang, pendopo luas 32m x 33m (1.056 m2), Gerbang Kampus, Area Parkir dan taman seluas 5000 m2,” tutur Rektor UWM (Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc) dalam sambutan saat Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampus UWM, Minggu (5/8).

Dikatakan sebagai Kampus Berbasis Budaya, Hamemayu Hayuning Widya Mataram dalam Pembangunan Tahap II selanjutnya akan membangun Gedung Perkuliahan 4 unit, Sporthall dan Amphitheater, serta Religious Center. “Keberadaan Pendopo merupakan replikasi Pedopo Agung yang ada di kampus Mangkubumen sebagai ciri kampus UWM, yang berbeda dengan kampus lain di negeri ini, atau bahkan di seluruh dunia,” tegas Rektor.

Sambutan juga disampaikan Ketua Yayasan Mataram Yogyakarta Prof Dr Moh Mahfud MD SH SU, Kepala LLDIKTI Wilayah V Prof Dr Didi Achjari SE MCom Ak CA dan ditutup sambutan Gubernur DIY yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Mataram Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Acara dihadiri Pengurus Yayasan Mataram GKR Mangkubumi, Prof Djoko Suryo, Achiel SH, Budi Kuncoro, Inge Gunawan dan tamu undangan dengan prokes diantaranya Bupati Sleman Dra Kustini, Danrem 072/Pmk Kol Inf Alfianto, Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi S SIK MM, Kapolres Kulonprogo yang juga wakil alumni UWM AKBP Mukaromah Fajarini SH SIK, Direktur Utama Bank BPD DIY Drs Santoso Rohmad MM dan lainnya.

“Pembangunan terus menerus, bukan hanya fisik, yang utama pengembangan akademiknya, sesuai cita-cita pendiri kampus, Ngarsa Dalem Sri Sultan HB-IX, dan ND Sri Sultan-HB X (saat itu pangeran Mangkubumi), untuk menghdirkan PT berbasis budaya, yang bermutu dan kontributif bagi pembangunan bangsa ini, bisa diwujudkan,” ungkap Prof Edy.

UWM

BERITA REKOMENDASI