Wujudkan Swasembada Pangan Bidang Peternakan Ayam Kampung Ternyata Bukan Hanya Mimpi

Editor: Ary B Prass

SLEMAN, KRJogja.com– Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari pulau Miangas hingga Pulau Rote. Jumlah penduduk 271.349.889 jiwa (sensus Kemendagri Desember 2020), dengan kekayaan yang ada di darat dan di laut bak kolam susu. Semua ada, namun sedihnya di semua lini kehidupan ekonomi Indonesia, kita masih sebagai konsumen, belum menjadi produsen yang menguasai pasar dalam negeri apalagi luar negeri. Kehadirannya belum diperhitungkan orang. Cita cita swasembada pangan masih sebatas slogan, Kedaulatan pangan masih jauh api dari panggang.

Tak terkecuali para peternak ayam kampung. Permasalahan mereka banyak dan klasik, merata hampir di seluruh wilayah Indonesia. Peternakan dari hulu – hilir sudah dikuasai oleh pemain besar. Sementara peternak mikro kecil menengah hanya sebagai buruh. Tidak memiliki kewenangan apapun ketika memelihara ayam. Diperparah dengan sistem manajemen produksi ayamnya masih tradisional. Jarang terpikir bagaimana mengelola usaha peternakan ayamnya secara kontinyu dan berkelanjutan berdampingan dengan sumber penghasilan lainnya.

Andaikan sudah ada yang berpikir peternakan di kelola seperti industri maka mereka kesulitan mendapatkan DOC yang berkualitas, kesulitan mendapatkan pakan yang bernutrisi namun harga terjangkau, kesulitan mendapatkan pasar yang kontinyu sehingga tidak mengalami kerugian saat panen. Permasalahan itu semua bersumber dari rendahnya mentalitas peternak dan ketrampilan teknis cara beternak yang efektif dan efisien serta selama ini kurang adanya perlindungan yang saling bersinergi dari instansi pemerintah yang terkait.

“Atas dasar itu, Koperasi Peternak Ayam Kampung Unggul Balitbangtan atau disingkat KOPAKUB hadir sebagai lembaga pemberdaya bagi peternak ayam kampung KUB seluruh Indonesia. KOPAKUB sendiri adalah koperasi peternak ayam KUB yang pertama di Indonesia yang berbasis digital. Berbentuk Koperasi Primer, yang anggotanya seluruh peternak ayam KUB Indonesia. Didirikan oleh 12 orang peternak mewakili wilayah melalui rapat darling, tanggal 24 Mei 2021. KOPAKUB ini berkantor pusat di Jakarta dan secara manajemen terhubung dengan perwakilan di daerah yang di bentuk. Koperasi ini bertujuan untuk membantu mengatasi persoalan yang dihadapi oleh para peternak mikro, kecil menengah yang tersebar di seluruh Indonesia dari persoalan hulu – produksi (DOC,Pakan, Kesehatan) hingga hilir (pasar),” ungkap ketua KOPAKUB DR DRS H Yadiman SH MH, dalam siaran pers yang dikirim ke KRJogja.com.

BERITA REKOMENDASI