Yayasan BNJ Bantu Mendatangkan Kornea dari Luar Negeri

SLEMAN (KRjogja.com) – Jumlah orang yang mengalami kebutaan di seluruh dunia hingga saat ini mencapai sekitar 285 juta orang. Data dari Badan Internasional untuk pencegahan kebutaan, 80 persen kasus kebutaan dapat dihindari jika masyarakat mendapat layanan mata yang komprehensif.

"Kunci kesehatan mata yang baik adalah deteksi dini," terang Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM Prof dr Suhardjo SU SpM(K) saat menggelar jumpa pers di Hotel Grand Aston, Jumat (30/12/2016).

Dikarenakan tingginya angka kebutaan disebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan mata dan faktor biaya, Prof dr Suhardjo SU SpM(K) bersama Hj Tri Kirana Muslidatun SPSi mendirikan Yayasan Bina Netra Jogja (BNJ) pada 30 November lalu.

Tri Kirana Muslidatun yang akrab disapa Anna mengatakan, dulu BNJ dikenal dengan 'Jogja Eye Help'. Kegiatan yang telah berjalan selama ini seperti pembiayaan shipping cost donor kornea dari luar negeri, menyumbang alat set operasi keratoplasti, penyelenggaraan operasi katarak massal gratis bekerjasama pihak lain. "Yayasan BNJ terus melakukan upaya preventif, edukatif dan membantu penelitian guna kepentingan kesehatan mata," ujar Anna.

Suhardjo menambahkan, kebutaan di Indonesia masih paling tinggi dibanding negara lain di Asia, Beberapa penyakit penyebab kebutaan di Indonesia adalah katarak, kebutaan kornea, retinopati diabetik, glaukoma dan leukoma. Kebutaan kornea berkontribusi 7% dari seluruh penyebab kebutaan di Indonesia. Paling sering disebabkan karena infeksi kornea. Menurut Suhardjo sebanyak 67 persen pasien infeksi kornea datang ke layanan RS Mata sudah terlambat. Padahal kebutaan kornea apabila ditangani dengan optimal maka penglihatan akan kembali baik seperti semula. "Kebuataan kornea berbeda dengan kebutaan permanen seperti yang disebabkan oleh glaukoma," katanya.

Namun hingga saat ini 99% pasien kebutaan kornea belum mendapatkan akses kornea untuk ditransplantasikan. Sebagian besar donor kornea yang diperoleh masih berasal dari luar negeri. "Perlu dibudayakan donor kornea di Indonesia," katanya. (Dev)

 

BERITA REKOMENDASI