Yogyakarta Dikukuhkan Sebagai Wedding Destination

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Yogyakarta siap menjadi destinasi acara pernikahan (wedding destination). Sejumlah keunikan Yogyakarta menjadi modal kuat untuk menggelar acara pernikahan tersebut.

“Kalau bicara kesiapan, Yogyakarta sudah siap menjadi wedding destination. Ekosistem pariwisata yang dimiliki Yogyakarta sudah siap dan sangat mendukung,” kata Kepala Dinas Kebudayaan DIY Singgih Raharjo dalam talkshow Sinergi Penyelenggaraan Wedding, Asita dan PHRI Menuju Yogyakarta sebagai The Next Wedding Destination di Main Stage Atrium Hartono Mall, Jumat (25/09/2020).

Singgih menambahkan, paling tidak Yogyakarta memiliki modal, seperti atraksi daya tarik wisata yang meliputi budaya dan alam, asosiasi mencakup perhotelan dan lainnya serta aksebilitas yang mudah.

“Dari sisi regulasi, tidak ada masalah karena pernikahan bisa dilakukan di daerah lain asal dengan persyaratan yang dipenuhi. Tapi si tengah situasi saat ini, harus juga ada rekomendasi dari gugus tugas dan sepanjang kegiatan dilaksanakan dengan tetap mengacu protokol kesehatan yang ketat,” tegasnya.

Singgih juga mengatakan jangan sampai wedding destination ini justru menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Yogyakarta. Karena itulah semua yang terkait statusnya harus disamakan dengan wisatawan pada umumnya.

Untuk wisatawan lokal harus memiliki surat sehat yang menyatakan hasil rapid test nonreaktif. Sedang bagi wisatawan mancanegara wajib memiliki hasil PCR negatif dan valid.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Wisata, Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran Kemenparekraf, Masruroh menjelaskan bisnis wedding harus memiliki keunikan dan perbedaan. Dengan kondisi tersebut, Yogyakarta tidak lagi hanya dikenal sebagai destinasi wisata limpahan Bali. Tapi sudah menjadi destinasi tersendiri yang memang tujuan dikunjungi.

“Hal itu akan menjadikan waktu tinggal wisatawan lebih lama, belanja makin banyak yang mengakibatkan semua sektor bergerak,” ungkapnya.

Pada sisi Wedding Destination, selama ini Indonesia sudah memiliki Bali dan Bintan yang kelasnya internasional. Dengan bekal yang dimiliki, Masruroh optimis Yogyakarta mampu menyusul dua tempat tersebut.

“Dengan kreativitas yang dimiliki, kami yakin Yogyakarta bisa. Kementrian lebih pada promosi dan mencarikan pasar,” sambungnya.

Pada kesempatan itu juga hadir sebagai narasumber, Manager GM Production Yurry Apreto dan Direktur Mahkota Enterprise Iwan Suryajaya. Keduanya optimis jika wedding destination akan mempu menggerakkan lagi roda perekonomian di Yogyakarta, khususnya insan entertain yang selama ini terkesan mati suri. (Feb)

BERITA REKOMENDASI