Yu Djum Dimakamkan di Samping Pusara Ayahanda

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN (KRjogja.com) – Salah satu maestro gudeg Yogyakarta, Djuwariyah Darmosuwarno atau yang akrab di panggil Yu Djum tutup usia setelah menjalani perawatan di RS Betesda, Senin (14/11/2016) petang kemarin. Rencana Yu Djum akan dimakamkan di samping pusara ayahnya di Makam Karangmalang, Selasa (15/11/2016) siang ini.

Cucu pertama Yu Djum, Sigit Alfianto kepada KRjogja.com saat ditemui di rumah duka Jalan Kaliurang km 4,5 Barek Karangasem mengatakan, keputusan memakamkan di sebelah pusara ayahanda dikarenakan kedekatan mereka semasa hidup. Menurutnya, Yu Djum pernah meminta untuk dimakamkan di sebelah ayahnya yang memang dinilai sangat disayangi Yu Djum selama ini.

Maestro Gudeg Yu Djum Meninggal Dunia

Yu Djum Tutup Usia Karena 'Gerah Sepuh'

Sejarah Sajian Kuliner Gudeg

"Nanti selepas pukul 12.00 WIB akan dimakamkan di sebelah pusara ayahnya, mbah buyut di Makam Karangmalang. Beliau memang pernah berpesan untuk dimakamkan di sebelah ayahnya kalau nanti meninggal sehingga keluarga memenuhi permintaan tersebut," ungkapnya di rumah duka yang juga sekaligus sebagai pusat penjualan gudeg Yu Djum tersebut.

Menurut Alfianto yang memang menunggu Yu Djum jelang akhir hayat, almarhumah memang sempat dirawat tiga hari di Rumah Sakit Betesda. Namun sebelumnya Yu Djum sudah keluar masuk rumah sakit lantaran kesehatan yang mengalami penurunan.

"Simbah memang sudah gerah sepuh, keluar masuk rumah sakit tapi yang terakhir kemarin tiga hari karena kondisinya menurun. Dokter sudah berusaha maksimal namun ya akhirnya dinyatakan meninggal sekitar pukul 18.00 WIB," imbuhnya.

Yu Djum sendiri meninggalkan tiga orang anak, 13 cucu dan 8 cicit, sementara satu anaknya sudah terlebih dahulu meninggal dunia beberapa tahun lalu. Yu Djum dikenal sebagai salah satu maestro gudeg kering di wilayah Yogyakarta. Saat ini tak kurang 12 gerai gudeg tersebar di wilayah DIY yang tak langsung membuktikan eksistensi gudeg racikannya tersebut. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI