Yuni Satia Rahayu Dukung Aturan Mendikbud Tindak Tegas Kekerasan Seksual di Kampus

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia (KPPI) DIY mendukung penuh aturan Permendikbud Ristek nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. Para perempuan yang sebagian besar merupakan legislator DPRD tersebut menilai aturan yang dibuat Nadiem Makarim berpihak pada perempuan yang selama ini menjadi korban relasi kuasa.

Yuni Satia Rahayu, Anggota DPRD DIY Fraksi PDI Perjuangan, mengatakan pihaknya mendukung penuh aturan Menteri Nadiem yang sempat diperdebatkan beberapa pihak. Menurut dia, Permendikbud 30 tahun 2021 berpihak pada perempuan yang akan meminimalisir upaya kekerasan seksual di lingkungan kampus.

“Kalau (Permendikbud) itu bisa ditegakkan kami yakin para pelaku apakah itu dosen, bahkan dekan juga seperti yang terjadi beberapa waktu terakhir pasti akan takut. Karena ada sanksi tegas sampai skorsing,” ungkapnya, Kamis (25/11/2021).

Selama ini reaksi yang muncul menurut Yuni karena banyak masyarakat yang masih berpikir merendahkan korban. Masyarakat dinilai belum menyadari hebatnya relasi kuasa mempengaruhi kehidupan korban kekerasan seksual.

“Banyak reaksi kekerasan seksual justru menyudutkan korban. Mengapa tidak begini, tidak begitu dan bahkan mengapa mau. Ini tidak banyak tahu bagaimana relasi kuasa bekerja. Atasan melakukan kekerasan seksual dan ketika perempuannya protes maka mengganggu pekerjaan bahkan digosipkan sebagai perempuan nakal. Hal-hal itu termasuk di kampus bagaimana mahasiswi dilecehkan dosen pembimbingnya, tapi takut melapor,” sambung dia.

Yuni mengungkap kekerasan seksual di lingkungan kampus banyak terjadi di DIY, namun hanya sedikit yang terungkap ke publik bak fenomena gunung es. Hal ini yang membuat kaukus perempuan parlemen mendukung penuh aturan Nadiem.

“Yang sampai media hanya sebagian kecil. Ini bak gunung es. Ada anak kawan saya mengalami di Yogya, tapi dia tidak mau melapor karena masih dalam proses menyelesaikan skripsi. Relasi kuasa ini korban menjadi tidak berdaya dan takut melaporkan. Ini mengapa kami dukung aturan Pak Nadiem itu agar para pelaku takut,” tegas Yuni yang juga pernah menjadi wakil Bupati Sleman ini. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI