Starcross X Anggur Orang Tua, Kolaborasi Jadi Kunci Keberlanjutan Industri Kreatif

STARCROSS sebagai salah satu clothing line independen berbentuk usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tidak ingin lebih lama lagi berdiam di tengah pandemi Corona Covid-19. Bersama dengan Anggur Orang Tua, Starcross akan meluncurkan produk kolaborasi secara online atau dari via Starcross Youtube Channel (StarcrossTV) bertajuk “Starcross x Anggur Orang Tua Collaboration Launch”, 24 Juli 2020. Kolaborasi Starcross X Anggur Orang Tua bisa menjadi pendorong roda perekonomian industri kreatif maupun UMKM. Kegiatan ini juga bisa menjadi pemicu bagi pelaku industri lainnya.

“Pandemi Corona Covid-19 berpengaruh di berbagai aspek kehidupan, terutama ekonomi. Para pelaku usaha sedang berada dalam kondisi yang tidak stabil, tak terkecuali pelaku usaha di industri kreatif. Dampaknya, banyak pelaku usaha yang memilih menutup usahanya dan merumahkan banyak karyawannya. Ada sekitar 1,9 juta pekerja di Indonesia yang terpaksa dirumahkan,” ujar Direktur Starcross, Weimpy Adhari.

Starcross sebagai salah satu pelaku industri berusaha untuk tetap memutar roda perekonomiannya. Weimpy Adhari menyebutkan penurunan penjualan di masa pandemi ini mencapai 80 persen, mengingat selama ini aktivitas penjualan dan promosi lebih banyak dilakukan secara offline.

“Namun, kami berpikir bagaimana caranya supaya tidak perlu merumahkan pegawai, kami berupaya supaya tidak harus mengurangi salah satu keluarga kami,” ucap Weimpy saat jumpa wartawan di Sinergy Co-Working Space, belum lama ini.

Ia menilai UMKM memiliki tingkat ketahanan tinggi saat menghadapi krisis karena ada komunitas yang besar dan berkolaborasi untuk saling menguatkan. Starcross tumbuh karena ada komunitas yang didukung dan saat masa krisis seperti sekarang ini, komunitas itu secara tidak langsung mendorong untuk tetap bertahan atau survive. Selain itu, inovasi kolaborasi sesama pelaku industri juga perlu untuk memperluas pasar, dan memperkenalkan hal baru. Hal ini pula yang melatarbelakangi Starcross bergandengan dengan Anggur Orang
Tua.

Menurut Weimpy Adhari, Anggur Orang Tua sebagai representasi produk minuman lokal memiliki benang merah dengan Starcross yang juga melahirkan produk-produk apparel lokal. “Kolaborasi ini bermaksud untuk menghasilkan koleksi-koleksi, meliputi, meliputi kaos, kemeja, hoodie, tote bag, waist bag, dan tumbler, yang khas dan sarat dengan sentuhan lokal, yang seirama dengan karakteristik merek Anggur Orang Tua,” ujar Weimpy Adhari.

Kolaborasi ini juga didukung kampanye mencintai dan bangga menggunakan produk dalam negeri. Terlebih, Starcross merupakan salah satu pionir di industri clothing independen yang ada di Indonesia. Keberadaan Starcross tidak hanya menginspirasi kebangkitan merek lokal, melainkan juga memicu rasa kebanggaan dan nasionalisme dalam memakai barang-barang buatan Indonesia. Weimpy pun mengapresiasi Anggur Orang Tua sebagai salah satu perusahaan terkemuka tanah air yang mau bekerja sama dan mendukung industri clothing line independen.

Memasuki masa new normal atau normal baru, Starcross pun beradaptasi dan berinovasi supaya kegiatan yang tertunda kala pandemi bisa terealisasi. Weimpy Adhari memaparkan langkah-langkah Starcross untuk bisa tetap bergerak di era normal baru. Starcross mendorong penjualan secara online, inovasi promosi, dan brand activation. Ekspresi media baru yang diusung Starcross adalah perhelatan kolaborasi yang akan tayang secara online atau daring. Lantas apa yang membedakan kegiatan ini dengan kegiatan yang ditayangkan secara daring lainnya?

Weimpy Adhari menjelaskan, Starcross x Anggur Orang Tua Collaboration Launch bukan sekadar kegiatan brand activation berupa peluncuran produk apparel. Event ini berkonsep seperti acara offline yang kemudian diadopsi ke dalam bentuk virtual dan bisa disaksikan secara online. Pengemasan peluncuran produk semacam ini baru pertama kali digelar di Indonesia. Kegiatan Starcross x Anggur Orang Tua Collaboration Launch, meliputi, talk show, fashion show, digital games, serta pertunjukan musik dari Punk Karaoke, Hasoe Indonesia, dan Shaggydog.

“Yang membedakan acara offline dan online itu adalah emosinya, jadi kami berusaha menghadirkan emosi di dalam perhelatan ini dengan menampilkan seutuhnya gambaran pertunjukan secara offline dan bisa disaksikan secara online,” kata Weimpy Adhari.

Sementara Daniel perwakilan dari Anggur Orang Tua menjelaskan saat ini banyak orang yang menggemari produk Anggur Orang Tua namun terkadang logo tersebut disematkan pada pakaian yang kurang nyaman, menanggapi hal tersebut Orang Tua sebagai produk dalam negeri menggandeng Starcross sebagai brand lokal yang berkualitas untuk menciptakan produk kolaborasi sehingga pakaian yang dikenakan nyaman dan tetap mengusung tagline agar selalu ingat kepada orang tua.

Sedang Heruwa vokalis Shaggydog sebagai brand ambassador Orang Tua menangapi produk kolaborasi ini dengan baik. Menurutnya ini keren, karena merupakan kolaborasi lintas generasi. “Semoga bisa mewakili masing-masing generasi seperti orang tua kepada anaknya,” tandas Heruwa.(*)

BERITA REKOMENDASI