Sultan Keluarkan Instruksi, Polda DIY Tindak Penimbun Masker

YOGYA, KRJOGJA.com – Polda DIY akan menindak tegas penimbun masker wajah atau pihak-pihak yang memanfaatkan langkanya barang tersebut. Penyelidikan saat ini sedang dilakukan untuk memastikan apakah ada penimbunan masker atau tidak di DIY, mengingat dua hari ini sejumlah warga kesulitan mendapatkan masker.

“Kami sampaikan, saat ini Polda DIY sedang menyelidiki apakah ada pihak-pihak tak bertanggung jawab yang sengaja menimbun masker. Jika ditemukan, maka akan kami proses pidana,” terang Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto di Mapolda DIY, Selasa (3/3/2020).

Berdasarkan pantauan KRJOGJA.com, hingga tadi malam sejumlah apotek di DIY masih kehabisan stok masker berbagai jenis. Di pintu-pintu apotek tertulis pengumuman ‘Maaf untuk Sementara Stok Masker Habis’, ‘Stok Masker Kosong’, dan sebagainya.

Terkait sanksi pidana, menurut Kabid Humas, penyidik akan menerapkan sesuai pasal yang disangkakan. Tak hanya penimbun masker, Polda DIY juga akan menindak penebar hoaks terkait virus Korona. Polda DIY mempunyai Tim Cyber yang bekerja 1 X 24 jam untuk memantau kamtibmas di dunia maya. Saat ini, lanjutnya, Tim Patroli Cyber sedang menyelidiki apakah ada hoaks terkait virus Korona.

“Jangan sampai, penebar hoaks memanfaatkan momentum ini untuk menebar ketakutan di masyarakat dengan menyebar hoaks virus Korona,” urainya.
Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengeluarkan Instruksi Gubernur No 2/INSTR/2020 tertanggal 3 Maret tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (COVID-19).

“Isi instruksi ini berkait upaya pencegahan virus Korona agar tidak masuk ke DIY. Begitu instruksi itu dikeluarkan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait saya minta supaya segera menindaklanjuti,” kata Sultan HB X di Kepatihan.

Ingub DIY itu berisi tujuh instruksi antara lain ditujukan kepada seluruh bupati/walikota dan pimpinan instansi di DIY untuk meningkatkan kewaspadaan melalui berbagai langkah. Salah satunya pemetaan kelompok sasaran potensial agar segera diberikan sosialisasi risiko penularan infeksi COVID-19. Sultan juga minta agar dipastikan tempat umum mulai pasar, tempat wisata, bandara, terminal, stasiun, mall, hotel, dan sekolah kondisinya bersih dan higienis.

Ditanya soal kesulitan mencari masker di pasaran, Gubernur DIY minta kepada masyarakat untuk tidak panik dan membeli (memborong) masker secara berlebihan.

“Saya berharap tidak sampai terjadi kelangkaan masker. Kalau kita sehat nggak usah pakai masker tidak apa-apa kok. Kecuali kalau sakit flu atau batuk baru pakai masker. Jadi bukan dalam kondisi sehat supaya tidak kena Korona pakai masker, bukan itu,” ungkap Sultan.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menegaskan, Pemda DIY bukan menaikkan status, tetapi supaya kesiapsiagaan para pemangku kepentingan lebih diperhatikan. Yang paling penting upaya pencegahan.

Baskara Aji juga menyatakan, Pemda DIY tidak menghentikan pertemuan internasional atau apapun, pariwisata juga tetap jalan. “Kita hanya meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Korona. Semua tamu-tamu luar negeri juga sudah melalui pemeriksaan screening body thermal di setiap pintu masuk kedatangan yang ada di setiap pelabuhan. Kita percayakan setiap bandara ada KKP yang selalu memantau siapa yang datang,” tambahnya.

Untuk ketersediaan masker yang sulit ditemui dan harganya mahal, Sekda DIY akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY. “Jika permintaan dibandingkan persediaan masker itu berlebih, kita akan upayakan menghubungi perusahaan-perusahan atau bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menambah stok masker di DIY. Kami justru mengimbau kepada warga DIY agar jangan panik dan memborong masker, karena akan merusak harga dan menimbulkan kepanikan,” terangnya.

Soal masker, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta menyampaikan, para pedagang mengambil kesempatan. Karena itu pedagang-pedagang masker diingatkan supaya jangan terlalu berlebihan. “Bagi mereka yang tidak sakit ya sebaiknya kita tidak perlu pakai masker, jadi hanya yang sakit saja yang pakai masker, sehingga tidak meningkatkan kepanikan,” katanya.

Sedangkan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyatakan, tidak ada larangan ekspor untuk produk masker ke pasar dunia. Namun, pemerintah mengimbau para eksportir menyikapi permintaan yang tinggi dari masyarakat terhadap masker dan hand sanitizer. “Kami mengimbau para produsen barang tersebut untuk tidak menaikkan harga jual ke masyarakat. Imbauan ini juga ditujukan kepada para distributor dan penjual pengecer,” katanya.(Ayu/Ria/Ira)

BERITA REKOMENDASI