Sultan Minta CSR Tidak Disalahgunakan Jadi Marketing Gimmick

SLEMAN, KRJOGJA.com – Forum Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menggelar bakti sosial berupa pembagian paket sembako dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional III Bromonilan Purwomartani Sleman pada Kamis (4/11/2021).

Pelaksanaan bakti sosial ini dihadiri oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Direktur Pengelolaan Sumber Dana Bantuan Sosial (PSDBS) Kemensos Hotman, Wakil Ketua Umum Bidang Kelautan dan Perikanan Kadin Indonesia Joseph Pangalila, Direktur Urusan Eksternal PT HM Sampoerna Tbk Elvira Lianita dan Regional Corporate Communication Manager Alfamart Firly Firlandi. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie, Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih dan tamu undangan lainnya.

Gubernur DIY Sultan HB X menyatakan diterbitkannya Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas (PT) yang disemangati oleh Green Economy, menekankan pentingnya penyelarasan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan. PP ini memberikan kepastian hukum bagi Badan Usaha dalam melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang mewajibkan Badan Usaha peduli terhadap lingkungan.

“Namun saya berharap, agar CSR ini tidak disalahgunakan menjadi sekadar marketing gimmick dan corporate greenwash atau pengelabuan citra perusahaan. Selain itu, memposisikan Forum CSR sebagai pioner aktor perubahan dengan mengajak Mitra Badan Usaha untuk bangkit guna mempercepat pemulihannya dari keterpurukan sebagai dampak Covid-19,” tuturnya.

Selaku Pembina Utama Forum TJSLBU, Sultan HB X menyambut baik diselenggarakannya Musyawarah Nasional Ke-3 Forum TJSLBU yang menstimulasi usahawan untuk mengarahkan kegiatan CSR-nya sebagai wujud partisipasi dalam penanganan enam kelompok penyandang masalah sosial. Karena itu, Sultan berharap munas ini dapat merumuskan rencana aksi yang terintegrasi, sehingga terakumulasi menjadi sinergi dan energi dalam penanganan kesejahteraan sosial di Indonesia.

BERITA REKOMENDASI