Sultan Sampaikan Maklumat Rakyat Jogja Bangkit, Ini Isinya

YOGYA, KRJOGJA.com – Gubernur DIY yang juga Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X menyampaikan sapa aruh sekaligus Maklumat Rakyat Jogja Bangkit, Rabu (21/7/2021). Sultan menyampaikan pernyataan yang cukup panjang di Bangsal Kepatihan Yogyakarta tepat di hari pertama perpanjangan PPKM Darurat terbatas yang seturut rencana akan berlangsung hingga 25 Juli.

Berikut isi Maklumat yang disampaikan Sultan:

SYUKUR ALHAMDULILAH, bahwa setelah dipertimbangkan secara mendalam atas dinamika dan aspirasi masyarakat dari berbagai sumber, Bapak Presiden mengumumkan Perpanjangan Terbatas PPKM Darurat, dan kebijakan pelonggaran aturan setelah 25 Juli 2021. Kita bisa membayangkan bagaimana sulitnya pilihan sebelum menetapkan kebijakan tersebut. Bagi Pemerintah dan Rakyat Yogyakarta, selain mensyukurinya, juga wajib mengamankannya.

Jika membandingkan PPKM Darurat dengan PSBB saat diberlakukan pada awal pandemi ini muncul, sesungguhnya pada dasarnya tidaklah jauh berbeda. Yang membedakan mungkin adalah faktor psikologis masyarakat, berupa kejenuhan (fatique) yang bagi sebagian besar rakyat kecil dirasakan sudah tak tertahanlan lagi. Karena, sudah melewati batas ketahanan masyarakat.

Dalam menghadapi dilema itu, saya sebagai Gubernur sekaligus Pamong Rakyat Yogyakarta, dalam posisi pertama, pernah muncul gagasan untuk mengusulkan penundaan PPKM Darurat dengan pelonggaran sementara dengan memberikan relaksasi dan nafas bagi mereka guna mencari nafkah kembali, betapa pun sulitnya. Dalam posisi kedua, dengan dasar pertimbangan “Keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi” saya punya kewajiban menyelamatkan rakyat dengan cara dan pendekatan berbeda, namun tanpa mencederai tanggung-jawab dan kewajiban saya kepada Presiden RI dan Rakyat Yogya.

“Salus Populi Suprema Lex Esto” yang diucapkan oleh filsuf Romawi kuna, Cicero, lebih dari 20 abad yang lalu itu, ternyata juga dibenarkan sebagai sumber hukum tertinggi di NKRI. Termuat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang dimaksudkan guna “melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia sebagai tujuan utama pembentukan NKRI”.

BERITA REKOMENDASI