Tahun Baru 2022, Ini Pesan Muhammadiyah

YOGYA, KRJOGJA.com – Siapapun dan dengan kedudukan apapun layak berinstrospeksi diri. Lebih-lebih para elite negeri dan tokoh wibawa, mesti menjadi suri teladan di Republik ini. Tebarkanlah kebajikan bagi khalayak. Masuk ke tahun 2022, hendaknya semua pihak menghindari sikap dan pernyataan yang meresahkan publik agar negeri ini damai dan produktif. Mengikuti kearifan Ki Hadjar Dewantara.

Pesan tahun baru 2022 tersebut disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir dalam siaran pers yang disampaikan ke media, Sabtu (1/1/2021). Menurutnya, introspeksi untuk melihat apa yang kurang dan tercecer dari perjalanan hidup selama ini. Lalu, bagaimana memasuki tahun baru dengan semangat dan visi baru agar hidup ke depan lebih baik.

“Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, merupakan ajaran Ki Hadjar yang tetap bisa dilaksanakan hingga kini,” jelas Prof Haedar. Elite, pemimpin, tokoh berwibawa dan lainnya perlu di depan menjadi teladan. Di tengah membangun semangat, di belakang memberikan dorongan. Dengan demikian, para negarawan akan dapat membawa Indonesia dengan visi menyatukan dan memajukan.

Haedar juga mengingatkan umat beragaman lebih-lebih para alim dan tokohnya, niscaya menghadirkan pesan-pesan nilai dan ajaran keagamaan yang baik, damai, maju, menyatukan, dan mencerahkan.
“Jauhi pesan-pesan yang meresahkan dan membuka retak antarsesama. Kedepankan ‘uswah hasanah’ agar umat mengikuti teladan terbaik dalam menjalani kehidupan. Jadilah pemandu dan suluh kehidupan yang menebar rahmat bagi semesta alam,” tandasnya.

BERITA REKOMENDASI