Tak Hanya PKL, Pengayuh Becak dan Andong Lansia Diimbau Rehat

YOGYA, KRJOGJA.com – Para pedagang kaki lima (PKL) yang berusia lanjut diimbau rehat atau tidak memaksakan diri berjualan. Terutama di kawasan wisata seperti Malioboro yang kerap bersinggungan dengan masyarakat banyak. Hal ini karena usia lanjut lebih rentan tertular virus akibat tingkat kerawanan yang tinggi.

Kepala UPT Malioboro Ekwanto, mengaku tengah melakukan sosialisasi terkait imbauan tersebut. “Imbauan sudah kami berikan melalui komunitas di sana. Jadi yang sudah lansia tetap di rumah saja. Untuk aktivitas jualannya serahkan ke anaknya atau saudaranya yang berusia muda,” jelasnya, Senin (5/10/2020).

Sebelumnya, banyak PKL berusia lansia yang turut berjualan di Malioboro saat pandemi Covid-19. Akan tetapi, ketika ada satu PKL yang meninggal dunia dan terkonfirmasi positif, secara perlahan PKL yang lansia semakin berkurang dan digantikan oleh kerabatnya. Saat ini, dari sekitar 2.500 PKL di Malioboro, mereka yang lansia hanya 10 persennya.

“Jumlah lansia yang masih berjualan di Malioboro sudah tidak seperti dulu. Rata-rata mereka ialah para senior yang mungkin belum ada anggota keluarganya yang bisa menggantikan berjualan setiap hari,” imbuh Ekwanto.

BERITA REKOMENDASI