Tak Mau Divaksin, Harus Rutin Swab Antigen Mandiri

Mereka yang masuk prioritas ialah pemilik toko dan karyawan, pedagang kaki lima (PKL) Malioboro, pedagang Pasar Beringharjo serta para pelaku usaha di sepanjang Tugu hingga Kraton. Mereka tergolong kelompok rentan karena berada di jalur strategis dan sering bersinggungan dengan warga dari luar daerah.

Proses pendataan terhadap para pelaku di sana pun sudah hampir dirampungkan. Khusus untuk Pasar Beringharjo terdata 8.141 pedagang, PKL Malioboro 2.600 orang serta pemilik toko berikut karyawan maupun petugas Jogoboro mencapai sekitar 9.300 orang.

“Mereka sudah masuk dalam register dan tinggal datang di tempat yang ditentukan saat vaksinasi massal. Tetapi nanti ada sebagian juga yang harus di fasilitas layanan kesehatan,” urainya.

Heroe mengaku, semua pelaku usaha termasuk pedagang sudah memahami dengan baik program vaksinasi Covid-19. Bagi pelaku yang tetap menolak, maka pihaknya pun belum akan menerapkan sanksi pidana. Hanya, mereka yang menolak divaksin namun tetap akan berjualan maka wajib menunjukkan hasil negatif hasil rapid tes antigen. Surat itu pun hanya berlaku tiga hari, sehingga setiap tiga hari sekali yang bersangkutan wajib menjalani swab antigen secara mandiri.

BERITA REKOMENDASI