Tanggap Darurat Diperpanjang, Pembiasaan Protokol

Pada tahap ujicoba itu juga masuk dalam fase pemulihan ekonomi dengan konsep ‘Jogja untuk Jogja’. Destinasi wisata seperti Taman Pintar, museum dan lainnya diprioritaskan bagi pengunjung dari wilayah DIY terlebih dahulu. “Kita ingin mengkondisikan dan membiasakan masyarakat dengan protokol Covid-19. Masih banyak masukan jika masyarakat belum sepenuhnya tertib. Seperti di Malioboro, meski sudah dibuat jalur searah namun banyak juga yang melawan arus,” urai Heroe.

Terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh warga itu pun tidak lantas dijatuhkan sanksi, melainkan hanya akan ditegur secara langsung pada saat itu juga. Melalui pendekatan persuasif tersebut diharapkan lebih mampu menggugah kesadaran warga agar terbiasa dalam menerapkan protokol hingga tidak lagi abai.

Heroe menjelaskan konsep ‘Jogja untuk Jogja’ menjadi relaksasi masyarakat yang sudah lama hanya beraktivitas di rumah. Secara terbatas dan bertahap, kegiatan ekonomi, sosial maupun peribadatan akan dilonggarkan. Akan tetapi hal ini sangat bergantung dengan kasus Covid-19 di Kota Yogya apakah tetap stagnan atau justru terjadi penambahan. “Jika kasus berkembang, mungkin nanti bisa lain lagi tahapannya,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI