Tegas Menolak, Isu Kenaikan Cukai Rokok Tahun Depan Bikin Buruh Gelisah Kehilangan Pekerjaan

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Mencuat rencana pemerintah menaikan cukai rokok hasil tembakau sebesar 20 persen di tahun 2022. Berbagai komentar muncul, salah satunya dari Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (PD FSP RTMM-SPSI ) DIY yang tegas menyatakan penolakan rencana tersebut.

Waljid Budi Lestarianto, selaku pengurus PD FSP RTMM-SPSI DIY mengatakan kebijakan kenaikan cukai hasil tembakau atau cukai rokok merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan pendapatan negara. Dalam Buku II Nota Keuangan Beserta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2022, pemerintah menargetkan penerimaan cukai tahun depan sebesar Rp 203,92 triliun atau tumbuh 11 persen dari outlook tahun 2021.

“Jika benar, ini merupakan kabar duka bagi para pekerja/buruh anggota FSP RTMM khusus nya di sektor sigaret kretek tangan  (SKT) padat karya yang tersebar di kabupaten/kota DIY. Ada sekitar 5 ribu pekerja  yang ada di sektor tersebut,” ungkap Waljid dalam keterangan tertulis pada wartawan, Selasa (17/8/2021).

BERITA REKOMENDASI