Tegas Menolak, Isu Kenaikan Cukai Rokok Tahun Depan Bikin Buruh Gelisah Kehilangan Pekerjaan

Editor: Ary B Prass

PD FSP RTMM-SPSI DIY meminta pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan ulang rencana kenaikan cukai hasil tembakau terebut. Kenaikan cukai hasil tembakau dirasa mengancam sektor Industri Hasil Tembakau (IHT) yang sebagian besar adalah perempuan pelinting kretek dan merupakan tulang punggung keluarga.

“Mereka terancam kehilangan pekerjaan lantaran permintaan pasar terhadap produk SKT yang menurun seiring kenaikan cukai yang tinggi ditambah dengan berkurangnya daya saing terhadap rokok yang diproduksi mesin. Jika terjadi PHK, bagaimana dengan nasib mereka? Siapa yang akan mempekerjakan mereka kembali. Siapa yang akan menyekolahkan anak-anak mereka?,” urai Waljid.

Pandemi Covid yang belum juga usai begitu terasa pada para pekerja/buruh. Saat ini, ketika industri masih bisa tetap produksi dan para buruh masih bisa tetap bekerja, dikatakan sudah menjadi hal yang luar biasa.

“Jangan justru pemerintah membuat kegaduhan saat masa prihatin karena dampak Covid yang sampai dengan hari ini belum jelas penyelesaiannya. Dalam hal ini kami jelas menolak kenaikan cukai rokok tahun 2022,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI