Telur Ayam Ras Picu Inflasi Yogya Capai 0,45 Persen

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Kota Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,45 persen pada November 2021. Andil terbesar yang mendorong terjadi inflasi adalah telur ayam ras naik sebesar 20,83 persen. Tingkat inflasi tahun kalender pada November 2021 terhadap Desember 2020 sebesar 1,57 persen dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun pada November 2021 terhadap November 2020 sebesar 2,06 persen.

“Perkembangan harga berbagai komoditas pada November 2021 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan BPS pada November 2021, di Kota Yogyakarta terjadi inflasi 0,45 persen atau terjadi kenaikan indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,29 pada Oktober 2021 menjadi 107,77 pada November 2021,” papar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto di Yogyakarta, Rabu (1/12/2021).

Sugeng mengatakan inflasi terjadi karena naiknya harga yang ditunjukkan naiknya IHK kelompok makanan, minuman dan tembakau 1,08 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,02 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,08 persen serta kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,46 persen. Kemudian kelompok kesehatan 0,42 persen, kelompok transportasi 0,51 persen. kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,07 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 1,30 persen serta kelompok pendidikan 0,01 persen.

“Selanjutnya kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,08 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,69 persen,” imbuhnya.

Lebih lanjut Sugeng menyatakan komoditas yang mengalami kenaikan harga pada November 2021 sehingga memberikan andil mendorong terjadinya inflasi diantaranya telur ayam ras naik 20,83 persen dengan memberikan andil 0,13 persen. Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menahan inflasi diantaranya bawang merah dan daging ayam ras turun 15,79 persen dan 3,05 persen dengan memberikan andil 0,03 persen.

“Dari 90 kota yang dihitung angka inflasinya, 84 kota IHK mengalami inflasi dan 6 kota IHK mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sintang 2,01 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Bima dan Pontianak mencapai 0,02 persen. Deflasi terbesar terjadi di Kota Kotamobagu 0,53 persen dan deflasi terkecil terjadi di Kota Tual mencapai 0,16 persen,” terangnya. (Ira).

BERITA REKOMENDASI