Tokoh Masyarakat Dukung Proses Hukum Perusuh Malioboro

YOGYA, KRJOGJA.com – Aksi demonstrasi UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD DIY, berujung ricuh bisa membawa persepsi citra DIY tidak nyaman lagi. Sangat disesalkan, aksi penyampaian protes aksi massa diwarnai dengan pembakaran satu resto di Malioboro dan perusakan fasilitas publik di ikon pariwisata ini.

“Rakyat Yogyakarra, jelas kecewa dan sayangkan ada pelaku usaha kecil di Malioboro jadi korban aksi demo. Bukan demonstrasi yang jadi respon putusan UU Cipta Kerja, tapi adanya aksi yang tidak menjaga adab, semoga tak terulang lagi,” kata Ipung Purwandari, anggota DPRD Kota Yogyakarta.

Kekecewaan adanya tindakan perusakan di ruas simbol sumbu imajiner Yogyakarta itu menunjukan sikap tidak adanya adab dalam menyampaikan pendapat.

“Aksi damai saja bisa sebenarnya, tak perlu merusak fasilitas milik publik juga. Ini bukan karakter wong Ngayogyakarta,” kata Ipung Purwandari, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY.

Paska aksi demonstrasi, Ipung Purwandari menyatakan sepakat dengan respon langsung elemen masyarakat yang mengajak untuk reresik kembali. Mengajak kepada semua pihak, termasuk kaum muda untuk lebih memiliki kesadaran adab, kesadaran budaya Yogyakarta yang adiluhung dengan berbasis UU Keistimewaan DIY.

BERITA REKOMENDASI