Turun Hujan dengan Intensitas Tinggi, DIY Mulai Masuk Musim Kemarau

YOGYA, KRJOGJA.com – Sejak Mei kemarin wilayah DIY dan sekitarnya sudah masuk musim kemarau. Meskipun di beberapa titik turun hujan, namun intensitasnya rendah.

Terutama di bagian utara Kabupaten Sleman, pada awal Juni 2021 masih terjadi hujan. Tetapi masih masuk kriteria hujan rendah. Hal ini terlihat dari hasil monitoring data curah hujan dasarian 1 Juni 2021. Berdasarkan pengamatan beberapa alat pengukur curah hujan yg tersebar di wilayah DIY, sebagian besar wilayah DIY menunjukkan curah hujan berkisar 0 – 10 mm/dasarian.

“Kemudian pada pertengah Juni 2021 terjadi hujan beberapa hari yang cukup signifikan dengan kriteria menengah hingga lebat. Hal ini disebabkan beberapa faktor dalam skala jangka pendek. Antara lain, adanya Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif di Samudera Hindia yang berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan,” ujar Kepala Kelompok Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Mlati Sleman Etik Setyaningrum, Rabu (23/6/2021) kepada KRJOGJA.com.

Penyebab lain, adanya konvergensi di Selatan Pulau Jawa, suhu muka laut yang menghangat dengan anomali +1.0 hingga +3.0 °C yang menyebabkan potensi penguapan atau penambahan massa uap air di Samudera Hindia. “Potensi hujan masih berpeluang muncul terutama dalam beberapa hari ini di wilayah DIY,” ungkapnya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI