UMKM DIY ‘Kenalan’ dengan Bonum dan Sakoo

YOGYA, KRJOGJA.com – 98 persen perekonomian DIY ditunjang oleh UMKM, yang cukup terdampak di masa pandemi Covid saat ini. Kini, pemerintah dan berbagai stakeholder terus berusaha mendukung UMKM untuk bertahan dan berkembang salah satunya dengan mendorong masuk ke dunia digital karena ternyata belum semua maksimal bertransformasi ke lini tersebut.

Mengurai hal itu, PT Telkom Indonesia bekerjasama dengan PT Tri Sakti Pilar Persada melakukan pelatihan pada UMKM di DIY, Kamis (17/12/2020). BUMN tersebut berusaha mendukung digitalisasi UMKM yang kini menjadi hal mutlak setelah adanya pandemi membatasi relasi tatap muka.

Henri Setiawan Wyatno, VP Innovation and Business Development PT Telkom Indonesia, mengungkap selama ini UMKM seolah berjalan sendirian untuk memaksimalkan kualitas produk dan berjualan. Di sini, dibutuhkan stakeholder yang membantu mengurai dengan langkah nyata dan bisa dirasakan UMKM.

“Kami ingin membantu meningkatkan pasar UMKM dengan digitalisasi. Kalau penjualan bagus, berkembang maka akan semakin mudah mengakses kredit untuk memperbesar bisnis. Ketika online jadi, pembayaran juga bisa secara online, transaksi uang lebih lancar sehingga membantu UMKM bisa fokus pada packaging, branding, qualitynya tanpa ribet berjualan dan pembayarannya. Kami membantu siapkan digitalisasi dan pasar juga,” ungkap Henri di sela pembukaan pelatihan di Grage Hotel Sosrowijayan.

BERITA REKOMENDASI