Wacana ‘Lockdown’ Harus Jadi Peringatan Keras Bagi Warga

Menurut Heroe segala daya dan upaya sudah dikerahkan untuk menahan laju sebaran Covid-19 namun temuan kasus baru dalam satu pekan terakhir masih cukup tinggi. “Mulai dari sosialisasi dan penindakan agar masyarakat taat protokol kesehatan sudah dilakukan. Begitu pula dengan PPKM Mikro untuk membatasi interaksi dan aktivitas masyarakat juga sudah dilakukan,” urainya.

Upaya untuk mencegah kerumunan di tempat umum, destinasi wisata, dan tempat keramaian lain juga sudah dilakukan namun hasilnya memang belum optimal karena kasus masih terus berkembang dan masyarakat mulai abai terhadap protokol kesehatan. Sesuai aturan PPKM, kegiatan sosial di masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti acara pernikahan dibatasi 100 hingga 150 orang sesuai kapasitas tempat, pertemuan maksimal 50 orang dan direkomendasikan di luar ruangan.

Potensi keramaian di tempat wisata yang biasanya terjadi pada akhir pekan, imbuh Heroe, akan disikapi dengan melakukan sweeping dokumen kesehatan terhadap wisatawan khususnya yang berasal dari zona merah. “Jika penularan masih tinggi, maka wacana ‘lockdown’ bisa menjadi peringatan keras bagi kita semua untuk berbenah dan mengurangi peningkatan sebaran virus,” tandasnya.

Sampai saat ini, keterisian tempat tidur di Kota Yoga sudah mencapai 85 persen untuk kamar ICU, 69 persen untuk kamar isolasi, dan 84 persen kapasitas selter terpakai serta masih dilakukan perbaikan terhadap 12 kamar yang rusak. Tingkat keterisian tersebut sudah mengkhawatirkan. Hal ini karena pemakaian kamar rumah sakit di Kota Yogya tidak hanya digunakan oleh warga Yogya saja tetapi rujukan pasien dari daerah lain.

BERITA REKOMENDASI