Wakil Walikota Yogya Usul Kurangi Sampah dengan Dibakar

YOGYA, KRJOGJA.com – Persoalan sampah di Kota Yogyakarta dan Provinsi DIY pada umumnya tak kunjung selesai. Apalagi kapasitas Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan tergolong over kapasitas.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan pengelolaan sampah secara mandiri sudah dilakukan di wilayah Tegalrejo dengan cara dibakar. Namun, bukan asal membakar sampah, tapi memanfaatkan insinerator.

Alat pembakar sampah ini digunakan sejak tahun 2019 lalu di Tegalrejo. Sampah yang diproduksi masyarakat dimasukkan ke dalam alat tersebut untuk dibakar sampai habis.

“Sampah yang dibakar ini sisa hasil pengolahan. Baik sampah organik maupun anorganik. Kami masih melihat, jika hasilnya bagus akan kami kembangkan ke semua wilayah,” katanya.

Baca Juga : 

Alasan Bisa Terjadi ‘Kiamat Sampah’ di Yogya

Terus Naik, Produksi Sampah di Sleman Mencapai 700 Ton Perhari

Terekam CCTV Gerobak Sampah di RSUD Wonosari Berjalan Sendiri, Tertiup Angin?

Di Tegalrejo terdapat tiga unit insinerator yang dibeli oleh wilayah setempat. Saat ini hasil pembakaran masih menimbulkan asap sehingga perlu disempurnakan hingga asapnya bisa ditekan.

Pengelolaan sampah mandiri melalui insinerator dianggap lebih unggul karena tidak memerlukan lahan luas. Meski demikian model lain hasil penelitian juga akan diuji coba agar Kota Yogya tidak selalu bergantung dengan TPST Piyungan.

Sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogya Suyana mengingatkan potensi Yogya mengalami ‘kiamat sampah’. Setahun yang lalu, tepatnya 23-29 Maret 2019, sempat terjadi darurat sampah akibat penutupan TPST Piyungan.

Potensi terjadi ‘kiamat sampah’ makin nyata karena sampai saat ini pengelolaan sampah mandiri di Kota Yogya belum maksimal. Kepala DLH Kota Yogya Suyana mengingatkan hal itu diacara workshop Program Kampung Iklim (Proklim), Kamis (20/2/2020). (Dhi)

BERITA REKOMENDASI