Wisatawan Mulai Padati Yogyakarta, Jadi Angin Segar Bagi Para PKL di Kawasan Malioboro

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Para Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan penuh antusias telah membuka lapak-lapaknya kembali alias berjualan di kawasan Malioboro seiring kelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Para PKL pun berharap agar sektor pariwisata bisa dibuka kembali sehingga PKL dapat menikmati kunjungan wisatawan yang diharapkan berbelanja di kawasan Malioboro.

Ketua Paguyuban PKL Malioboro hingga Ahmad Yani (Pelmani) Slamet Santoso mengatakan seluruh anggotanya yang berjumlah setidaknya 400-an PKL sudah 100 persen mulai beraktivitas berjualan saat ini. Hal ini seiring dengan adanya pelonggaran kebijakan PPKM serta mulai dibukanya akses kunjungan bagi wisatawan khususnya dari luar DIY sehingga terjadi pergerakan atau mobilitas wisatawan, seperti di Kawasan Malioboro

” Sudah ada pergerakan dan pemasukan sejak PKL diizinkan berdagang dan ujicoba pembukaan destinasi dibuka hampir satu bulan ini. Pergerakan paling terasa terutama saat akhir pekan alias Sabtu dan Minggu karena sudah banyak wisatawan yang datang ke Kawasan Malioboro,” ujarnya di Jalan Ahmad Yani Malioboro Yogyakarta, Sabtu (9/10/2021).

Slamet mengaku dengan banyaknya wisatawan yang masuk ke kawasan Malioboro ini menjadi angin segar bagi PKL. Sebab PKL di kawasan Malioboro memang mengandalkan pergerakan wisatawan selama ini agar dagangannya laku. Meskipun penjualan sudah mulai meningkat saat ini dibandingkan Juli 2021 lalu, tetapi belum mengalami signifikan sehingga omset masih belum terlalu banyak.

” Setidaknya teman-teman sudah mulai ada pendapatan yang masuk, meskipun omzetnya belum kembali normal. Paling tidak sudah ada pendapatan setidaknya 30 persen yang masuk. Kami berharap industri pariwisata DIY, khususnya Malioboro segera pulih kembali.  Kami siap melayani wisatawan dan Malioboro pun siap dikunjungi, apalagi semua PKL sudah di vaksin,” tuturnya.

 

BERITA REKOMENDASI