Pilkada 2020, Pertaruhan Politik Vs Kesehatan Masyarakat

YOGYA, KRJOGJA.com – Cukup mengejukan berita hari ini ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menarik “”Rem Darurat”” Sehingga Jakarta kembali menerapkan PSBB , artinya Gubernur Anies Baswedan menilai bahwa Jakarta harus kembali darutat mengingat makin tingginya angka positif di wilayahnya. Inilah yang akan menghenyakkan semua pihak, berbagai aktifitas masyarakat akan kembali terbatas.

Berikutnya ialah berita dari Sragen Jawa Tengah yang menyampaikan bahwa 40 tenaga Medis RSUD terpapar positif Covid-19, bahkan kasus ini langsung membuat Sragen tembus 332 kasus dengan 55 Warga meninggal. Tambahan di Kudus Jawa tengah 2.210 warganya positif Covid 19, akan kah Ganjar Pranowo juga akan menarik rem darurat sebuah tanda tanda yang mulai tampak.

Bagaimana Yogyakarta yang akan persiapan Perhelatan Pilkada 2020, seperti yang tengah menjadi pembicaraan publik bahwa meninggalnya PKL Malioboro yang ditakutkan akan menjadi Kluster tersendiri.

Hamdan Kurniawan Ketua KPU DIY mengatakan semua tahapan yang dilangsungkan dalam Pilkada 2020 menempatkan protokol kesehatan sebagai panglimanya, artinya menurut Hamdan bahwa setiap petugas KPU telah melewati test kesehatan bahkan ketika melakukan tugas diluar juga dilengkapi APD yang memadai.

“Pilkada yang berada dalam masa Pandemi ini merupakan tanggung jawab kita semua tidak hanya KPU, tetapi juga para kandidat , partai politik bahkan massa pendukungnya , untuk mengedepankan protokol kesehatan,” ujarnya dalam seminar yang berlangsung pada Rabu (9/9/2020) di Kompleks Pura wisata.

BERITA REKOMENDASI