1.100 Paket Bahan Makanan Baznas Kota YogyaSiap Bantu Pasien Isoman

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogya menyiapkan sekitar 1.100 paket bahan makanan bagi pasien Covid-19. Bahan makanan tersebut guna membantu logistik pasien yang menjalani isolasi mandiri.

Sekretaris Baznas Kota Yogya Misbachrudin, menjelaskan bantuan tersebut sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat yang tengah isolasi mandiri agar tetap terpenuhi kebutuhan pokoknya. ”Sehingga tidak kesulitan mencukupi bahan makanan sehari-hari,” jelasnya.

Nilai tiap paket bantuan makanan yang disiapkan Baznas Kota Yogya berbeda-beda sekitar Rp 150.000 hingga Rp 200.000. Bantuan yang berbeda-beda tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan warga isoman yang berbeda-beda. Bantuan berisi bahan pangan seperti beras, minyak goreng, dan mie instan sehingga warga bisa mengolah sesuai kebutuhan dan bahan makanan bisa lebih tahan lama.

”Karena dimungkinkan jumlah warga dalam satu keluarga yang menjalani isolasi mandiri pun berbeda-beda. Kami akan sesuaikan paket bantuan yang diberikan,” imbuh Misbachrudin.

Prosedur untuk mengakses bantuan tersebut melalui pengurus di wilayah seperti RT/RW untuk mengajukan permohonan bantuan ke Baznas Kota Yogya. Selanjutnya petugas dari Baznas Kota Yogya akan mendistribusikan ke penerima agar tidak merepotkan. Dalam sehari, Baznas Kota Yogya bisa menyalurkan 10 hingga 20 paket bantuan bahan makanan ke warga yang menjalani isolasi mandiri.

”Jika masih membutuhkan paket bantuan makanan, warga pun bisa mengajukan kembali ke Baznas,” katanya seraya mengatakan Baznas juga menyiapkan paket bantuan multivitamin dan madu.

Sementara Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi, mengatakan program bantuan dari Baznas Kota Yogya tersebut turut mendukung program bantuan makanan siap saji bagi pasien isolasi mandiri yang digulirkan Pemkot. Terutama yang sudah dilakukan melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogya.

”Hanya saja, pemberian bantuan makanan dari Dinsosnakertrans ini kadang terlambat karena banyaknya permohonan yang masuk akibat tingginya kasus positif,” jelasnya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI