1.566 Peserta Ikuti Tes SKB CPNS DIY

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di DIY sampai saat ini masih menunggu pemerintah pusat. Berdasarkan informasi yang diterima oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY, peserta SKB untuk Pemda DIY sebanyak 1.566 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 1.007 ditambah 1 disabilitas peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang lolos passing grade dan 558 peserta berdasarkan ranking.

Data yang akan mengikuti SKB ini adalah data yang sudah masuk rekonsiliasi data berdasar passing grade atau ranking. Sementara peserta SKB dari kabupaten/kota di DIY kami belum tahu.

”Sebelumnya, kami mendapatkan informasi lisan jika peserta yang akan mengikuti SKB dari seluruh DIY mencapai 9.000an peserta. Namun, sekarang dari hasil rekonsiliasi data saya kurang tahu ada berapa,” kata Kepala BKD DIY, Agus Supriyanto.

Agus mengatakan, meski data soal menerima informasi soal jumlah peserta tes SKB untuk Pemda DIY. Namun untuk kepastian (surat resmi) berkaitan dengan itu BKD DIY masih menunggu dari pemerintah pusat.Dengan pertimbangan, akan ada surat resmi untuk mengeluarkan data tersebut. Saat ini perwakilan dari BKD DIY sedang melaksanakan rapat untuk membahas persoalan tersebut.

”Meski ada model perankingan yang digunakan untuk mengantisipasi adanya formasi kosong karena nilainya kurang dari passing grade. Tapi kami tetap merasa dirugikan, karena keputusan dari Menpan RB menyatakan peserta SKB adalah satu formasi berbanding tiga. Namun, hanya kenyataannya hanya dibolehkan 1.500an berarti hanya satu berbanding dua dari kebutuhan formasi 766 di DIY,” jelas Agus.

Lebih lanjut Kepala BKD DIY menambahkan, pelaksanaan tes SKB rencananya akan dilaksanakan di BKD DIY. Sementara untuk kabupaten/kota, Agus mengaku belum biasa memastikan karena tergantung dari daerah masing-masing. Kendati demikian, pihaknya sudah menyiapkan sekitar 250 komputer.

”Pelaksanaan tes ini akan dilaksanakan dalam lima sesi. Kalau pesertanya 1.566 diperkirakan selesai 1,5 hari anggap aja dua hari. Tapi kepastian soal itu kami masih menunggu pengumuman pusat,” terang Agus. (Ria)

BERITA REKOMENDASI