10 Hari Diawal Bulan Dzulhijjah Dilarang Memotong Kuku dan Rambut, Kenapa?

YOGYA, KRJOGJA.com – Menjelang perayaan Idul Adha 1440 Hijriah ini, ada baiknya anda memastikan beberapa hal yang dianjurkan salah satunya adalah memotong kuku dan rambut. Kenapa? 

Dari Ummu Salamah Radhiyallahu Anha Nabi Shallaallahu Alaihi Wa Sallam bersabda. “Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijjah (1 Dzulhijah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berqurban.” (Hr Muslim no 1977).

"Iya, ini anjuran Kanjeng Nabi yg diberikan kepada mereka yang hendak berkurban," kata Hilmy Muhammad pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Krapyak saat berbincang dengan KRJOGJA.com, Jum'at (02/08/2019).

Menurutnya, anjuran untuk tidak memotong rambut dan kuku tersebut mulai berlaku jika telah memasuki 10 hari di awal bulan Dzulhijjah.

"Tujuannya Wallahu a'lam. Sebagai umat muslim ikut saja dengan apa yang didawuhkan Kanjeng Nabi. Ibaratnya kita pakai baju ihram yang tidak boleh ini, tidak boleh itu," ucapnya.

Lalu kenapa kita harus berkurban? Dari beberapa alasan, ada 6 dasar bagi seseorang muslim melakukan kurban. Ini diantaranya: 

Tanda Syukur
Pertama mengapa kita harus berkurban? Karena kurban merupakan tanda syukur kepada Allah SWT. Manusia yang dibei rizki lebih, hendaknya berbagi kepada sesama yang belum beruntung. Salah satunya dengan membagikan daging kurban. Tidak semua orang mampu mengonsumsi daging merah.

Menghidupkan Ajaran Nabi Ibrahim
Kedua, menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim. Dalam kisahnya, Ibrahim dan Ismail ikhlas menjalankan apapun perintah-Nya, sekalipun itu sulit diterima dengan akal sehat manusia.

Melepaskan Sifat Dunia
Ketiga, mengingatkan kita untuk melepaskan sifat duniawi dan apa yang paling disuka. Karena selama bertahun-tahun Nabi Ibrahim AS, menantikan kehadiran buah hati. Namun setelah dikaruniai, justru Allah SWT menuliskan kisah lain. Hal ini mengingatkan kita bahwa apapun yang ada pada kita hanyalah titipan-Nya dan suatu saat akan kembali kepada-Nya lagi.

Tanda Taqwa
Keempat, kurban juga merupakan tanda taqwa kepada-Nya. Kurban merupakan ibadah sunnah dari ranah sedekah. Maka bagi yang telah mampu berkurban, sebaiknya menunaikannya.

Memberikan Manfaat Kepada Sesama
Kelima, kurban mempunyai manfaat langsung kepada sesama. Kurban tidak semata ibadah vertikal, tetapi juga horizonal. Manusia yang berkurban sama saja dengan menyejahterakan sesama. Bahkan dengan berkurban, kita juga dapat menebar persauaraan.

Wujud Syukur atas Nikmat Allah
Dan yang terakhir atau keenam, kurban merupakan wujud syukur atas nikmat yang didapat seperti yang telah difirmankan dalam surat Al-Kautsar ayat 1-2: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu sebuah sungai di surga, maka dirikanlah shalat karena Tuhamu dan berkurbanlah”. (Ive)

BERITA REKOMENDASI