10 Pasar Tradisional Dilengkapi Timbangan Elektronik, Ini Maksudnya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sepuluh pasar tradisional di Kota Yogya kini dilengkapi timbangan jenis elektronik. Alat ukur tersebut dapat dipergunakan secara gratis bagi konsumen maupun pedagang guna mengecek berat atau timbangan barang belanja.

Kepala UPT Metrologi Legal Kota Yogya Muhammad Ashari, mengungkapkan alat timbangan yang disebar di sepuluh pasar tradisional tersebut merupakan hibah dari Kementerian Perdagangan. "Kota Yogya berhasil meraih predikat sebagai daerah tertib ukur. Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah pusat memberikan hibah timbangan. Salah satunya sepuluh unit alat timbangan jenis elektronik itu," jelasnya, Senin (7/10).

Sepuluh pasar tradisional yang dilengkapi alat timbang elektronik tersebut ialah Pasar Beringharjo Timur, Pasar Legi Patangpuluhan, Pasar Demangan, Pasar Serangan, Pasar Gedongkuning, Pasar Kotagede, Pasar Karangwaru, Pasar Pingit, Pasar Lempuyangan, dan Pasar Kranggan. Alat timbang itu diletakkan di salah satu sudut pasar yang dapat diakses pengunjung maupun pedagang.

BACA JUGA :

Pemkab Gunungkidul Pertahankan Tiga Pasar Tradisional

Pembangunan Tiga Pasar Tradisional Dipantau Ketat

Ashari mengaku, pedagang yang ragu terhadap berat barang belanjanya, bisa mengecek melalui alat timbang elektronik. Cukup dengan meletakkan barang di atas alat timbang, maka beratnya akan langsung terlihat. Bahkan, hasil timbangan juga bisa dicetak sebagai bukti otentik. 

"Misalnya ada selisih berat timbangan, maka bisa langsung dikomplain saat itu juga. Ketika hasil komplain tidak membuahkan hasil, bisa diteruskan ke UPT Metrologi Legal Kota Yogya. Lurah pasar sudah kami berikan pemahaman," tandasnya.

Selain digunakan pembeli, pedagang yang merasa ragu juga bisa memanfaatkan alat timbang tersebut. Hal ini karena bisa jadi alat timbang yang dimiliki pedagang perlu direparasi atau kalibrasi ulang. Keberadaan alat timbang elektronik itu pun bisa menjadi sarana
edukasi bagi pedagang agar tidak meremehkan timbangan atau takaran terhadap barang yang ia jual.

Apalagi alat timbang elektronik tersebut memiliki kapasitas hingga 30 kilogram. Tingkat akurasinya pun sampai lima gram. "Jangan sampai ada pedagang yang nakal mengenai timbangan. Sudah bukan eranya lagi mengurangi jumlah takaran atau memperberat timbangan. Semoga keberadaan alat timbang jenis elektronik ini mampu memberikan jaminan dan kepastian timbangan. Terutama pedagang yang berbelanja di pasar tradisional," tandasnya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI