10 Tahun di LP Wirogunan Dengan Status Tidak Jelas, Marry Jane: Tolong Saya Ingin Pulang..

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Napi kasus narkoba asal Filipina yang ditahan di Lapas Kelas II A Wirogunan, Marry Jane curhat tentang dibatasinya kunjungan selama mendekam di Lapas Perempuan. Marry Jane hanya diperbolehkan bertemu dengan keluarganya itupun hanya sekali dalam setahun. Marry Jane mengaku juga ingin dibesuk teman-temannya untuk menguatkan dan menghiburnya.

“Sudah lebih dari 10 tahun, tapi saya harus menjalani karena tas yang ada narkoba itu tas saya. Sudah lima tahun lepas dari eksekusi tapi belum juga mendapatkan kepastian hukum,” ujar Marry Jane sambil menangis dalam sesi dialog bersama Komisi 3 DPR RI yang melakukan kunjungan kerja di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II B Yogyakarta, dan Lapas Kelas II A Wirogunan, Yogyakarta Senin (2/3).

Dalam kunjungan kerja ini, anggota DPR RI juga memberikan perhatian khusus terhadap kasus Marry Jane. Komisi 3 berjanji akan memberikan bantuan hukum optimal agar Marry Jane bisa bebas dan berkumpul dengan keluarganya di Filipina.

Marry Jane mengatakan, selama di dalam Lapas dia mendapatkan banyak ilmu. Saat ini dia sudah bisa membatik, merajut, menari dan belajar bermain keyboard. Namun potensi yang dimilikinya tidak bisa ia tunjukan ke masyarakat umum karena tidak diizinkan dari kejaksaan. “Saya ingin bisa pulang, tolong saya agar bisa pulang,” ungkapnya.

BERITA TERKAIT