100 Guru Ngaji Se-DIY Terima Tabungan Emas dan Insentif

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Laznas Dewan Dakwah Yogyakarta berkolaborasi dengan Pegadaian Syariah mengadakan program ‘Peduli Guru Ngaji’ dan program ‘Bebas Baca Tulis Quran’. Sebanyak 100 guru ngaji se-DIY mendapatkan bantuan berupa tabungan emas Pegadaian Syariah, insentif guru ngaji, paket sembako dan alat pengajar Alquran.

Direktur Laznas Dewan Dakwah Yogyakarta sekaligus Wakil Ketua Dewan Dakwah DIY, Ery Masruri mengatakan, program Peduli Guru Ngaji ini merupakan salah satu wujud apresiasi terhadap para guru ngaji di daerah pelosok DIY yang merupakan garda terdepan dalam dakwah Islam. “Program ini sekaligus menyadarkan kepada umat betapa pentingnya peran guru ngaji, sehingga mereka perlu kita perhatikan,” terang Ery kepada KRJOGJA.com disela acara penyerahan bantuan untuk para guru ngaji di GOR SMPIT Abu Bakar, Umbulharjo Yogyakarta, Sabtu (4/12/2021). Hadir dalam acara GBPH Prabukusumo dan perwakilan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Menurut Ery, di masa pandemi Covid-19, peran guru ngaji semakin penting, tidak hanya mengajari baca tulis Alquran saja, tetapi juga memberikan pendampingan psikologis dan moral kepada umat. Oleh karena itu, guru ngaji perlu diberi penguatan berbagai macam skills. “Kalau di sektor kesehatan garda terdepannya tenaga kesehatan, tapi untuk membangun ketahanan umat, guru ngaji adalah garda terdepannya,” ujarnya.

Sunlutwiyah, Kepala Departemen Gadai Area Yogyakarta menambahkan, bantuan-bantuan yang diberikan ini diharapkan bisa menambah semangat para guru ngaji dalam mendidik umat, terutama membentuk akhlak yang mulia pada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. “Pegadaian Syariah berkomitmen berkolaborasi dengan lembaga-lembaga dakwah untuk pemberdayaan umat. Selain guru ngaji, kami juga membantu lansia, yatim piatu dan pesantren,” katanya.

Tamsi, guru ngaji dari pelosok DIY yaitu Dusun Duwet, Purwodadi Tepus Gunungkidul merasa sangat terbantu. Menurutnya bantuan ini akan ia belikan peralatan untuk menunjang mengajar ngaji anak-anak Taman Pendidikan Alquran (TPA) juga kelompok pengajian-pengajian yang lain, sehingga lebih tertata. Begitu juga dengan Lilik Hidayati, guru ngaji dari Dusun Tunjungan Pengasih Kulonprogo yang mangaku akan membelanjakan uang yang didapat untuk pengembangan santri-santrinya. (Dev)

 

BERITA REKOMENDASI